Luas Panen Naik, Produksi Padi Nasional Diperkirakan Meningkat di Triwulan I 2026

Pers Pangannews

Selasa, 03 Februari 2026 12:19 WIB

news
Luas panen naik, produksi padi nasional diperkirakan meningkat di triwulan i 2026.

Pangannews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi nasional pada triwulan I 2026 akan mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Januari hingga Maret 2026, produksi diproyeksikan mencapai 17,65 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 10,16 juta ton beras.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, proyeksi tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan produksi didorong oleh meluasnya area panen di sejumlah sentra pertanian.

“Potensi luas panen pada awal 2026 diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare, atau naik lebih dari 15 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

BPS mencatat, sepanjang 2025 kinerja sektor padi juga menunjukkan tren positif. Produksi beras nasional tercatat mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024.

Total luas panen sepanjang tahun lalu mencapai 11,32 juta hektare, sejalan dengan naiknya produksi padi menjadi 60,21 juta ton GKG.

Kenaikan produksi tersebut juga ditopang oleh peningkatan produktivitas. Rata-rata hasil panen padi pada 2025 mencapai 53,18 kuintal per hektare, atau naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain padi, BPS melaporkan perkembangan produksi jagung yang juga mengalami pertumbuhan. Sepanjang 2025, luas panen jagung mencapai 2,71 juta hektare, meningkat 6,35 persen. Produksi jagung nasional tercatat sebesar 16,16 juta ton, naik 6,74 persen secara tahunan, meski produksi Desember 2025 sempat mengalami penurunan.

Di sisi lain, kesejahteraan petani tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang justru melemah pada awal tahun ini. Pada Januari 2026, NTP nasional berada di level 123,6, turun 1,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh merosotnya indeks harga yang diterima petani.

BPS juga mencatat adanya kenaikan harga beras di berbagai tingkatan pasar. Pada Januari 2026, harga beras di tingkat penggilingan, grosir, dan eceran masing-masing mengalami kenaikan secara bulanan, meski relatif terbatas. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...