Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Sidak Takjil Ramadan, BBPOM Gorontalo Turunkan Laboratorium Keliling

Bagikan
Kepala BBPOM Gorontalo Lintang Purbaya meninjau takjil di kawasan UNG di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (20/2/2026). (Foto : ANTARA)
Kepala BBPOM Gorontalo Lintang Purbaya meninjau takjil di kawasan UNG di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (20/2/2026). (Foto : ANTARA)

Pangannews.id - Pengawasan makanan berbuka puasa di Kota Gorontalo kembali dilakukan selama bulan Ramadan. Kali ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Gorontalo menyasar kawasan sekitar Universitas Negeri Gorontalo, yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian penjual takjil.

Petugas turun langsung ke lapak-lapak pedagang pada Jumat (20/2/2026) sore. Beragam menu berbuka puasa diambil sebagai sampel, mulai dari minuman berwarna, kue basah, mie, lemper, es buah, hingga gorengan dan makanan siap saji. Seluruh sampel kemudian diperiksa menggunakan laboratorium keliling.

Kepala BBPOM Gorontalo, Lintang Purbaya, mengatakan pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan pangan yang beredar selama Ramadan aman dikonsumsi masyarakat.

“Pengawasan ini penting untuk mencegah peredaran makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BBPOM menggandeng sejumlah instansi, antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, serta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo.

Menurut Lintang, hampir seluruh jenis takjil yang dijual di lokasi tersebut menjadi sasaran pemeriksaan, terutama pangan yang rawan disalahgunakan bahan tambahan berbahaya.

“Hasil uji cepat menunjukkan seluruh sampel negatif dari formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow,” katanya.

Meski hasil pemeriksaan dinyatakan aman, BBPOM tidak hanya berhenti pada aspek pengujian. Petugas juga memberikan pembinaan kepada pedagang terkait kebersihan, pemilihan bahan baku, serta cara pengolahan makanan yang baik.

“Kami ingin pedagang memahami bahwa kualitas dan keamanan pangan harus dijaga, bukan hanya saat ada pemeriksaan,” ujar Lintang.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengawasan rutin selama Ramadan. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan di berbagai titik penjualan takjil hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain pengawasan lapangan, BBPOM juga membuka ruang partisipasi masyarakat. Warga diminta aktif melaporkan jika menemukan jajanan yang mencurigakan, baik dari warna, aroma, maupun tampilan fisik, melalui kanal resmi instansi.

“Kalau ada yang terlihat tidak wajar, silakan difoto dan dilaporkan,” katanya.

Lintang juga mengingatkan masyarakat untuk membiasakan diri menerapkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli makanan, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal