Kamis, 16 April 2026 12:43 WIB
Pangannews.id - Gencarnya promosi rokok elektronik atau vape di ruang digital dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya penggunaan, terutama di kalangan remaja. Pemerintah mulai memperketat pengawasan terhadap iklan produk tersebut di media sosial dan platform perdagangan daring.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, mengatakan luasnya jangkauan iklan di dunia digital membuat produk vape semakin mudah diakses, termasuk oleh kelompok usia yang seharusnya tidak menjadi sasaran.
“Masifnya promosi rokok elektrik di media sosial dan platform e-commerce menjadi tantangan dalam pengendalian,” kata Aji, dikutip dari Antara.
Ia menilai strategi pemasaran yang menonjolkan gaya hidup modern dan visual menarik turut membentuk persepsi keliru di masyarakat, seolah-olah vape merupakan produk yang aman digunakan.
Kondisi ini, menurut dia, memperbesar potensi peningkatan pengguna baru dari kalangan remaja.
Untuk menekan hal tersebut, Kemenkes menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital guna memperkuat pengawasan konten digital. Penindakan terhadap iklan yang melanggar aturan dilakukan melalui mekanisme penghapusan konten hingga pemutusan akses.
Di sisi lain, kalangan akademisi menilai pendekatan pengendalian tidak cukup hanya dengan pembatasan promosi. Guru Besar Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Faisal Yunus, menekankan perlunya strategi yang lebih komprehensif.
“Pembatasan akses menjadi langkah penting, termasuk penegakan batas usia serta pengawasan distribusi, terutama pada penjualan daring,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran varian rasa dalam menarik minat remaja terhadap vape. Menurutnya, pembatasan penggunaan zat perasa perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Rasa menjadi faktor utama yang menarik minat remaja,” kata Faisal.
Selain regulasi, edukasi dinilai menjadi kunci untuk menekan penggunaan sejak dini. Informasi yang diberikan perlu menekankan risiko kesehatan, termasuk potensi kecanduan nikotin dan dampaknya terhadap perkembangan otak.
Faisal menambahkan, lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk sikap remaja terhadap produk tersebut.
“Program di sekolah perlu tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga melatih keterampilan siswa untuk menolak tekanan sosial dari teman sebaya,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Rabu, 15 April 2026 10:47 WIB
Selasa, 14 April 2026 09:45 WIB
Sabtu, 11 April 2026 15:17 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...