Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Kementerian Pertanian adakan Gerakan Percepatan Tanam Serentak Se-Jawa Timur 

Pers Pangannews

9 jam yang lalu

news
Gerakan Percepatan Tanam Serempak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). (Foto : Kementan)

Pangannews.id - Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Timur bersama seluruh pemangku kepentingan pertanian menggelar Gerakan Percepatan Tanam Serempak di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Ngawi dengan mengusung tema “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Deputi II Kantor Staf Presiden, jajaran TNI dari Kodam V/Brawijaya, perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta para Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) di tingkat kabupaten/kota.

Hadir pula unsur keagamaan dari LPPNU, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta para petani yang mengikuti kegiatan baik secara langsung di lokasi maupun secara daring melalui kanal Zoom.

Gerakan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT) padi, khususnya di tengah tantangan musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Menariknya, kegiatan ini dikemas melalui “sawah bersholawat”. Semangat gerakan percepatan tanam berpadu dengan lantunan Sholawat, sebuah pendekatan yang memadukan ikhtiar teknis dan spiritual. Nuansa kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu menggerakkan petani untuk lebih cepat dan serempak dalam melakukan tanam, sekaligus memperkuat optimisme menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Untuk memperkuat nilai spiritual tersebut, kegiatan ini juga melibatkan tokoh agama melalui Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan LPPNU Wilayah Jawa Timur, Yayu, menyampaikan bahwa momentum ini merupakan hal yang telah lama dinantikan oleh para petani. Mengutip dawuh KH Hasyim, ia menegaskan bahwa petani adalah “gudangnya negara” dan profesi yang sangat mulia. 

“Pertanian bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga ramah perempuan. Peran perempuan sangat besar, mulai dari proses tanam hingga menyiapkan kebutuhan keluarga. Mari kita serahkan ikhtiar ini kepada Allah SWT, dan insyaAllah Allah akan membantu kita,” ungkapnya.

Inisiator kegiatan, Kepala BBPOPT sekaligus PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB) Jawa Timur, Yuris Tiyanto menegaskan bahwa percepatan tanam harus menjadi gerakan kolektif yang terukur.

“Melalui gerakan hari ini diharapkan kenaikan LTT bisa mencapai 3,4% dalam satu hari atau dua kali lipat dari hari sebelumnya. Ini bukan seremonial, tetapi gerakan yang harus berdampak nyata,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Kegiatan ini kita dedikasikan untuk menuju Jawa Timur yang makmur. Kita tidak hanya ingin tampil menjadi nomor satu, tetapi harus diiringi dengan peningkatan hasil. Jawa Timur harus selangkah lebih maju. Untuk itu kita harus berjamaah, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi lintas instansi mutlak diperlukan.” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tren pertanian Jawa Timur menunjukkan capaian positif. Luas tanam periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 meningkat 9,7%, sementara produksi beras naik lebih dari 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mendukung percepatan tersebut, berbagai langkah strategis terus didorong, mulai dari percepatan olah tanah, optimalisasi irigasi dan pompa air, hingga penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, penyuluh, dan petani.

Selain itu, pengawalan terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) juga menjadi perhatian penting melalui pemanfaatan teknologi digital seperti sistem SIFORTUNA yang dikembangkan BBPOPT.

Dimana SIFORTUNA saat ini telah menjadi salah satu menu pada dashboard Operation Room, dan dimanfaatkan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dalam menyampaikan informasi pengamanan produksi kepada Presiden Republik Indonesia, terang Yuris.

“Melalui teknologi ini, potensi serangan OPT dapat diprediksi lebih dini sehingga langkah pengendalian bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” tutupnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan, Denny Kurniawan, menegaskan pentingnya keserempakan dalam seluruh siklus produksi.

“Tanam serentak harus diikuti panen serentak. Kita menghadapi tantangan besar El Nino, namun alhamdulillah Jawa Timur selama enam tahun terakhir tetap menjadi nomor satu nasional,” ucapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada petani dan petugas lapangan, khususnya di Ngawi yang menjadi salah satu kontributor utama produksi padi di Jawa Timur.

Di tingkat daerah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengungkapkan bahwa sektor pertanian Ngawi terus menunjukkan kinerja positif. Produksi padi tahun 2025 tercatat mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dibanding tahun sebelumnya dan berkontribusi sekitar 7% terhadap produksi Jawa Timur.

“Ngawi saat ini menjadi salah satu daerah dengan produktivitas tinggi, bahkan menempati peringkat ketiga produksi padi di Jawa Timur setelah Lamongan dan Bojonegoro,” bebernya.

Ia juga menambahkan bahwa berbagai inovasi terus dilakukan, seperti pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB), modernisasi irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk potensi El Nino yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026.

Di tingkat nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan agenda prioritas yang harus diwujudkan melalui kerja cepat dan terintegrasi.

“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama. Swasembada pangan adalah kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.(*/ADV)


Kolom Komentar

You must login to comment...