8 jam yang lalu
PanganNews.id - Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) secara nasional pada Kamis, (30/4) yang dilaksanakan serentak di berbagai sentra pertanian Indonesia sebagai langkah percepatan tanam dan penguatan produksi pangan nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah menjaga ketahanan pangan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memastikan ketersediaan beras nasional melalui optimalisasi lahan dan percepatan musim tanam.
Di Provinsi Jambi, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mendapat amanah sebagai penanggung jawab wilayah. Titik pelaksanaan berada di Desa Selat, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, dengan luasan lahan tercatat 45 hektare dalam kategori OPLAH 2024. Sejumlah unsur hadir mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Penanggung Jawab Swasembada Pangan, BBRMP Jambi, BLIP Wilayah Sumsel-Jambi, Direktur Polbangtan Bogor, Kepala Bapeltan Jambi, Sekretaris Dinas Pertanian Batanghari, unsur penyuluh provinsi dan kabupaten.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa gerakan tanam serempak merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Gerakan tanam serempak ini adalah energi bersama. Kita harus bergerak cepat meningkatkan produksi, memanfaatkan lahan secara maksimal, dan memastikan Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global,” tegas Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, terutama sumber daya manusia pertanian di lapangan. “Petani, penyuluh, brigade pangan, perguruan tinggi vokasi, dan pemerintah daerah harus bergerak dalam satu irama. SDM pertanian yang tangguh menjadi kunci sukses percepatan tanam nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menuturkan bahwa keterlibatan kampus vokasi Kementerian Pertanian dalam GERTAM menunjukkan peran strategis pendidikan vokasi dalam pembangunan pertanian nasional. “Mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika tidak hanya belajar di kelas, tetapi hadir langsung mengawal program strategis negara. Ini bukti bahwa pendidikan vokasi harus adaptif dan solutif,” jelasnya.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung penuh agenda swasembada pangan melalui pendampingan di wilayah Jambi. “Polbangtan Bogor siap menjalankan tugas pengawalan di Jambi secara optimal. Kami hadir bersama petani, pemerintah daerah, dan penyuluh agar percepatan tanam berjalan sukses serta berdampak nyata terhadap peningkatan produksi,” ungkap Yoyon.
Ia menambahkan, kehadiran Polbangtan Bogor juga menjadi wujud implementasi Merdeka Belajar vokasi pertanian, di mana mahasiswa dan tenaga pendidik terlibat langsung dalam program pembangunan pertanian nasional.
Gerakan Tanam Serempak hari ini diharapkan menjadi momentum penting mempercepat tanam pada berbagai wilayah sentra produksi, sekaligus memperkuat optimisme Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. (Wsd) (*/Adv)
Rabu, 29 April 2026 17:16 WIB
Rabu, 29 April 2026 17:03 WIB
Selasa, 28 April 2026 09:12 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...