16 jam yang lalu
Pangannews.id - Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tertinggi di Riau sepanjang 2026. Dari total 758 kasus yang tercatat di provinsi itu hingga pertengahan Mei, hampir separuhnya berasal dari wilayah tersebut.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mencatat sebanyak 368 ekor ternak di Indragiri Hulu terpapar PMK. Kasus tersebar di empat kecamatan dan 12 desa.
Meski begitu, pemerintah daerah menyebut penanganan terus dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit menular pada hewan ternak tersebut. Hingga kini, 196 ekor ternak di Indragiri Hulu dilaporkan telah sembuh.
“Dari total kasus di Indragiri Hulu, sebanyak 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani, Jumat (15/5/2026).
Secara keseluruhan, laporan Rekapitulasi Sindrom PMK Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 12 Mei 2026 menunjukkan sebanyak 532 ekor ternak di berbagai daerah telah pulih dari infeksi PMK. Sementara 226 ekor lainnya masih menjalani pengobatan dan pemantauan intensif.
“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisi segera pulih,” ujar Mimi.
Selain Indragiri Hulu, sejumlah daerah lain juga masih mencatat kasus aktif PMK, di antaranya Kabupaten Kampar dan Kepulauan Meranti. Di Kampar, pengawasan terhadap ternak terus diperketat karena masih ditemukan hewan yang terpapar.
“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari 155 kasus yang sempat ditemukan, sebanyak 153 ekor ternak dinyatakan sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.
Kabar baik juga datang dari Kabupaten Siak. Seluruh 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK kini telah dinyatakan sembuh total. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak lagi memiliki kasus aktif.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, dan peternak memberikan hasil positif,” ungkap Mimi.
Ia juga mengingatkan para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor jika menemukan gejala PMK pada hewan mereka.
Editor : Adi Permana
16 jam yang lalu
Jumat, 15 Mei 2026 20:18 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 13:23 WIB
Kamis, 14 Mei 2026 20:45 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...