Mentan Amran Kawal Harga Telur Peternak, Model Sidrap Dinilai Layak Diterapkan Nasional

Pers Pangannews

7 jam yang lalu

news
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. (Foto: Istimewa)

Pangannews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap peternak ayam petelur menyusul tekanan harga telur yang terjadi di sejumlah sentra produksi.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman saat menerima perwakilan peternak telur di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada para peternak yang selama ini menjadi tulang punggung penyediaan protein hewani nasional.

"Kami ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita peternak telur seluruh Indonesia yang hadir datang menemui kami meminta kebijakan-kebijakan yang bisa memperbaiki harga telur yang turun," ujar Amran.

Menurut Mentan Amran, capaian peternak nasional patut diapresiasi karena mampu menjaga ketersediaan telur bagi masyarakat Indonesia, bahkan menghasilkan surplus yang membuka peluang ekspor.

"Saya bangga dengan peternak telur seluruh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa, surplus bahkan ekspor ke negara lain," katanya.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak, Kementan telah mengambil sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah mengawal pelaksanaan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram.

"Kami minta kepada seluruh pengumpul dan pembeli, HAP-nya adalah Rp26.500 per kilo," tegas Mentan Amran.

Selain penguatan harga acuan, pemerintah juga terus memperluas serapan hasil produksi peternak melalui berbagai instrumen yang tersedia. Mentan Amran mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna memperkuat penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami menelpon langsung ibu Kepala BGN dan beliau langsung menyanggupi. Luar biasa beliau, kami apresiasi. Insya Allah jumlahnya kontribusinya akan ditingkatkan untuk BGN kita seluruh Indonesia," ujarnya.

Kementan juga akan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah terkait arah investasi subsektor budidaya ayam agar keberlanjutan usaha peternak rakyat tetap terjaga.

"Kami akan kirim surat rekomendasi ke BKPM untuk investasi. Kalau bisa sektor budidaya ayam ini rakyat Indonesia sudah sanggup. Kalau ada investor lain, suruh bergerak di sektor lain. Apakah di pabrik gula, industrialisasi tambang, tapi jangan mengganggu ekonomi rakyat kecil supaya ini sustain," kata Mentan Amran.

Selain itu, Kepala Bapanas akan menerbitkan surat himbauan kepada para pengepul/broker telur untuk membeli telur dari peternak dengan harga sesuai HAP yang ditetapkan pemerintah diangka Rp.26.500 per kg, dengan tembusan kepada satgas pangan di masing-masing Polres guna memperkuat memperkuat pengawasan pelaksanaan harga acuan di lapangan.

"Kami akan kirim surat hari ini himbauan kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau HAP ini. Kita kawal bersama agar jangan merugikan peternak Indonesia," tegasnya.

Keputusan pemerintah tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan peternak. Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menilai langkah yang diambil Kementan memberikan harapan bagi peternak yang selama ini menghadapi tekanan harga.

"Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah mengambil sejumlah keputusan penting untuk melindungi peternak ayam petelur," ujarnya.

Menurut Yudianto, keberhasilan kebijakan stabilisasi harga memerlukan dukungan seluruh mata rantai usaha, mulai dari pedagang, distributor hingga pelaku ritel agar mematuhi harga yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami berharap tidak ada lagi pembelian telur di bawah Rp26.500 per kilogram. Jika masih terjadi, dapat dilaporkan kepada Badan Pangan Nasional," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional yang meningkatkan frekuensi pembelian telur guna memperkuat penyerapan hasil produksi peternak.

"Kami juga mengapresiasi keputusan Badan Gizi Nasional yang meningkatkan frekuensi pembelian telur dari sebelumnya satu kali menjadi tiga kali dalam sepekan," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turut membagikan pengalaman daerahnya dalam menjaga stabilitas harga telur melalui komunikasi rutin antara peternak dan pedagang yang difasilitasi pemerintah daerah.

Dengan populasi ayam petelur mencapai sekitar 6 juta ekor di Kabupaten Sidrap, pemerintah daerah secara rutin menggelar rapat koordinasi dua kali dalam sepekan yang melibatkan peternak kecil, menengah, besar, dan para pedagang.

"Kami melakukan rapat mingguan peternak dan pedagang yang difasilitasi oleh Pemda Sidrap untuk menentukan harga telur setiap malam Rabu dan malam Sabtu," ujar Syaharuddin.

Menurutnya, harga yang telah disepakati bersama kemudian diumumkan secara terbuka kepada masyarakat dan pelaku usaha sehingga menjadi referensi pasar di kawasan Indonesia Timur.

"Setelah menentukan harga telur, disepakati dua pihak pedagang dan peternak. Setelah itu malam pukul 22.00 menetapkan harga dan itu yang dipublish di media sosial peternak, pemda dan videotron. Itu dijadikan patokan harga untuk wilayah Indonesia Timur," katanya.

Syaharuddin menjelaskan bahwa pola komunikasi yang terbangun secara konsisten tersebut berhasil menjaga keseimbangan usaha peternakan dan perdagangan telur selama lebih dari satu tahun terakhir.

"Alhamdulillah setahun empat bulan harga telur, peternak untung, pedagang untung," ujarnya.

Menurut Syaharuddin, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan industri perunggasan.

"Memang harus ada upaya pemerintah daerah kami di Sidrap untuk menjembatani kedua belah pihak. Jadi ini mungkin di daerah-daerah lain juga bisa seperti itu, apalagi daerah sentra telur," ujarnya.

Kementan menilai pengalaman Sidrap menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, peternak, dan pelaku usaha dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Menutup pertemuan tersebut, Mentan Amran kembali menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan kepentingan peternak Indonesia.

"Pokoknya terakhir, jiwa ragaku untuk peternak," tutup Mentan Amran.

Editor: Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...