Banten Perkuat Pembinaan Peternak setelah Maraknya Kasus Salah Pakan

Pers Pangannews

23 jam yang lalu

news
Kesalahan dalam meracik pakan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian peternak unggas di Banten. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Kesalahan dalam meracik pakan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian peternak unggas di Banten. Tidak sedikit peternak mengalami penurunan produksi, bahkan gulung tikar karena minimnya pengetahuan mengenai formulasi pakan.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Provinsi Banten mengubah pendekatan pemberdayaan peternak. Tahun ini, bantuan ternak bagi perorangan tidak lagi disediakan. Sebagai gantinya, pemerintah memprioritaskan bantuan melalui kelompok peternak yang terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Kebijakan tersebut diambil agar bantuan fisik, pembinaan, hingga bimbingan teknis dapat dilakukan secara lebih efektif di tengah keterbatasan anggaran dan jumlah tenaga pendamping.

Salah satu keluhan datang dari seorang peternak bebek petelur yang mengaku usahanya bangkrut akibat kesalahan pemberian pakan.

"Saya ternak bebek petelur, bangkrut karena kesalahan pakan, akhirnya bebek tidak mau bertelur," tulisnya melalui media sosial Pemerintah Provinsi Banten.

Dinas Pertanian Provinsi Banten kini tengah mengidentifikasi kelompok masyarakat yang berminat mengembangkan usaha ayam maupun itik petelur. Pengembangan tersebut akan didukung melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai pelengkap pembiayaan pemerintah daerah.

Penyaluran bantuan mengacu pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 54 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sarana dan Prasarana Peternakan. Salah satu syarat utama penerima adalah tergabung dalam kelompok peternak yang telah terdaftar di Simluhtan.

Selain itu, kelompok juga harus memiliki populasi ternak minimal, yakni dua ekor sapi atau kerbau, lima ekor kambing atau domba, serta sedikitnya 20 ekor unggas atau kelinci. Kelompok yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan proposal bantuan beserta dokumen administrasi sesuai ketentuan.

Gubernur Banten Andra Soni menilai pengembangan usaha peternakan memiliki prospek besar karena Banten memiliki sedikitnya 14 pabrik pakan unggas dan berada dekat dengan pasar Jabodetabek.

Menurutnya, potensi tersebut akan dioptimalkan melalui program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif. Skala rumah tangga maupun Kelompok Usaha Bersama (KUB) diarahkan mengembangkan usaha ayam petelur, sedangkan pelaku usaha menengah didorong mengembangkan ayam pedaging.

Agar program berjalan berkelanjutan, penerima bantuan diwajibkan bergabung dalam kelompok serta mengikuti pelatihan dan pendampingan. Ke depan, distribusi pakan juga akan diperkuat melalui PT Agribisnis Banten Mandiri dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Direktur PT Japfa Comfeed Azrul Arifin mendukung pola pembinaan berbasis kelompok. Menurutnya, pendampingan kepada peternak akan lebih efektif karena proses pelatihan, pengawasan, dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih terarah.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...