Kemenko Pangan Bangun Sistem Pemantauan Beras Berbasis Data Real Time

Pers Pangannews

1 jam yang lalu

news
Banyuwangi jadi percontohan sistem pemantauan beras nasional. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah menyiapkan sistem pemantauan beras nasional berbasis data real time untuk memperkuat pengambilan kebijakan pangan.

Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Banyuwangi, Jawa Timur, ditunjuk sebagai daerah percontohan pengembangan Dashboard Rice Journey, sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini potensi gangguan produksi, lonjakan harga, hingga risiko kelangkaan beras.

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Maritim Kemenko Pangan Sugeng Santoso mengatakan pengembangan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai target peningkatan Indeks Ketahanan Pangan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yakni dari angka 73 pada 2025 menjadi 82 pada 2029.

"Salah satunya pemerintah akan mengembangkan decision support system berupa Dashboard Rice Journey. Dasbor ini akan memberikan masukan sebagai bahan pengambil kebijakan, khususnya beras secara cepat, tepat, dan berbasis data," kata Sugeng dalam keterangan tertulis.

Sistem tersebut akan menyajikan data secara real time untuk membantu pemerintah membaca berbagai potensi risiko dalam rantai pasok beras. Informasi yang dihimpun tidak hanya memetakan wilayah yang berpotensi mengalami gangguan produksi atau kenaikan harga, tetapi juga mengidentifikasi faktor penyebabnya.

Sugeng menjelaskan, dashboard akan menganalisis berbagai aspek, mulai dari produksi, stok, kapasitas penggilingan padi (Rice Milling Unit/RMU), distribusi, ketersediaan bahan bakar dan logistik, kondisi cuaca, hingga perilaku pasar.

Sistem juga akan menilai kualitas data yang tersedia serta memberikan rekomendasi intervensi berikut pihak-pihak yang perlu bergerak.

"Dashboard tidak hanya mampu mendeteksi potensi gangguan secara dini, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat, mengevaluasi kualitas bukti, menyimulasikan berbagai skenario kebijakan, serta menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran," ujar Sugeng.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pengembangan karena dinilai memiliki ekosistem yang mendukung. Selain menjadi salah satu daerah penghasil beras nasional, pemerintah daerah setempat juga aktif melakukan pemantauan distribusi pangan dan pengendalian inflasi, serta memiliki tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi yang dinilai cukup kuat.

Menurut Sugeng, model yang dikembangkan di Banyuwangi nantinya akan menjadi acuan bagi daerah lain dalam membangun sistem pemantauan pangan berbasis data.

"Program ini akan menjadi kolaborasi dan sinergi antara Kemenko Pangan dan Pemkab Banyuwangi dalam mewujudkan tata kelola pangan yang lebih baik, dan nantinya model yang dikembangkan di Banyuwangi akan menjadi model dashboard bagi daerah lainnya," katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan pemerintah daerah siap mendukung pengembangan Dashboard Rice Journey. Menurut dia, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan pangan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah.

"Terima kasih atas kepercayaan Kemenko Pangan pada Banyuwangi. Semoga kolaborasi ini akan menghasilkan kebijakan tata kelola pangan berbasis kondisi wilayah untuk memaksimalkan produksi pangan nasional," kata Ipuk.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...