Gula Semut Banyumas Makin Dilirik Dunia, Ekspor Tembus 56 Negara

Pers Pangannews

13 jam yang lalu

news
Ilusrasi proses pembuatan gula kelapa kristal atau gula semut.

Pangannews.id - Permintaan gula kelapa kristal atau gula semut di pasar internasional terus menunjukkan tren positif. Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia, khususnya Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok utama gula semut dunia di tengah semakin luasnya akses pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah melihat prospek ekspor gula semut masih sangat besar. Menurut dia, pengembangan industri hilir juga akan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini menjadi andalan ribuan petani kelapa di Banyumas.

"Mudah-mudahan gula kelapa atau gula semut Banyumas menjadi pemasok terbesar dunia. Ke depan, kalau ada hilirisasi tentu nilai tambahnya akan semakin tinggi," kata Budi Santoso di Banyumas, Kamis (26/6/2026).

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja ekspor PT Integral Mulia Cipta (IMC), salah satu produsen gula semut organik yang hampir seluruh produksinya dipasarkan ke luar negeri. Sebanyak 98 persen produk perusahaan tersebut diekspor dan telah menjangkau 56 negara.

Pada kesempatan itu, perusahaan kembali mengirim gula semut organik senilai 46.000 dolar Amerika Serikat ke Chicago, Amerika Serikat. Ekspor tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa produk berbasis desa mampu bersaing di pasar internasional apabila memiliki kualitas yang konsisten.

Budi mengatakan Amerika Serikat masih menjadi salah satu pasar paling potensial bagi produk Indonesia. Pada 2025, negara tersebut menjadi penyumbang surplus perdagangan terbesar bagi Indonesia, yakni mencapai 18,11 miliar dolar AS dari total ekspor sekitar 30,9 miliar dolar AS.

"Produk-produk manufaktur padat karya seperti alas kaki, pakaian jadi, elektronik, termasuk gula semut, memiliki pasar yang besar di Amerika," ujarnya.

Untuk memperluas pasar, pemerintah terus memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan internasional. Saat ini Indonesia telah mengimplementasikan sekitar 20 perjanjian dagang, sementara 11 lainnya masih dalam tahap perundingan, termasuk dengan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia dan Kanada.

Selain membuka akses pasar, Kementerian Perdagangan juga mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mencari mitra dagang sekaligus meningkatkan volume ekspor.

Di sisi lain, Budi menilai daya saing produk ekspor tidak hanya ditentukan oleh akses pasar, tetapi juga kemampuan memenuhi standar internasional.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan sistem sertifikasi dan pengakuan standar mutu melalui skema Mutual Recognition Arrangement (MRA), sehingga hasil sertifikasi dan pengujian laboratorium Indonesia dapat diakui oleh negara tujuan ekspor.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan ekspor gula semut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Banyumas sebagai salah satu sentra produksi gula kelapa terbesar di Indonesia.

Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam memperluas pasar ekspor sekaligus konsistensi PT IMC membina petani dan menjaga kualitas produk.

Menurut Sadewo, IMC menjadi pelopor pengembangan gula kelapa organik di Banyumas melalui pembinaan koperasi dan kelompok petani yang telah mengantongi sertifikasi organik internasional sejak 2016.

Sertifikasi tersebut memberikan nilai tambah bagi petani karena pembeli dari Jerman memberikan insentif berupa CSR premium apabila bahan baku berasal dari koperasi yang telah tersertifikasi.

Ia mengakui industri gula semut sempat menghadapi tantangan pada masa pandemi COVID-19 ketika sejumlah kontainer ekspor ditolak akibat tidak memenuhi standar mutu. Namun, koperasi bersama perusahaan melakukan pembenahan tata kelola dan pengawasan kualitas sehingga produk kembali memenuhi persyaratan pasar internasional.

"Pelepasan ekspor ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan berkolaborasi agar produk-produk Banyumas semakin dikenal dan diminati di pasar global," kata Sadewo.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...