14 jam yang lalu
Pangannews.id - Ekspor komoditas hasil laut Kalimantan Timur (Kaltim) ke China dan Malaysia terus menunjukkan tren positif. Kehadiran penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, dinilai memangkas biaya logistik sekaligus menjaga kualitas produk hingga tiba di negara tujuan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengatakan jalur ekspor melalui udara tersebut membuat pengiriman hasil laut menjadi lebih efisien dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas perikanan daerah.
"Jalur ekspor ini dinilai semakin efisien dan membuka peluang pasar internasional yang lebih luas bagi produk perikanan Kaltim," kata Irhan.
Saat ini, volume ekspor hasil laut melalui jalur udara mencapai sekitar 56 ton per bulan. Udang windu menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekspor mencapai Rp173 miliar.
Menurut Irhan, penerbangan langsung yang kini beroperasi dua kali setiap pekan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha karena mampu mempersingkat rantai distribusi dari produsen hingga pembeli di luar negeri.
"Penerbangan langsung ini sangat efisien karena mampu menekan biaya logistik secara signifikan. Selain itu, kecepatan waktu tempuh menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas, mutu, dan kesegaran hasil laut hingga tiba di negara tujuan," ujarnya.
Meski akses pasar semakin terbuka, DKP Kalimantan Timur tetap menerapkan pengawasan ketat terhadap perusahaan yang ingin mengekspor produknya. Hanya perusahaan yang telah memenuhi sertifikasi mutu dan standar keamanan pangan internasional yang diperbolehkan melakukan ekspor.
"Beberapa komoditas sudah berjalan secara langsung. Kami di DKP Kaltim terus berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap mutu dan keamanan pangan agar produk kita selalu memenuhi standar global," kata Irhan.
Pihaknya optimistis kemudahan akses logistik tersebut akan semakin mendorong pertumbuhan sektor perikanan. Selain memperluas pasar ekspor, jalur penerbangan langsung diharapkan mampu meningkatkan volume produksi serta memberikan nilai tambah bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di daerah.
Editor : Adi Permana
Kamis, 02 Juli 2026 19:31 WIB
Rabu, 01 Juli 2026 14:32 WIB
Selasa, 30 Juni 2026 09:38 WIB
Sabtu, 27 Juni 2026 20:59 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...