16 jam yang lalu
Pangannews.id - Ancaman kekeringan kembali membayangi kawasan pertanian di Kabupaten Bekasi menjelang musim kemarau. Penyempitan saluran irigasi akibat bangunan liar dan sedimentasi membuat pasokan air ke lahan persawahan berpotensi terganggu.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mempercepat normalisasi Saluran Sekunder (SS) Balong Tua yang menjadi sumber irigasi bagi sekitar 1.500 hektare sawah di wilayah utara Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah menertibkan bangunan liar di sepanjang aliran sungai sebelum pekerjaan normalisasi dimulai.
Penertiban dilakukan setelah hasil peninjauan di wilayah Kecamatan Sukatani, Tambelang hingga Sukawangi menunjukkan adanya penyempitan badan saluran yang menghambat aliran air.
"Tinjauan lapangan ini dalam rangka memitigasi langkah-langkah strategis yang akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum kegiatan normalisasi berjalan," kata Asep di Cikarang, Senin.
Menurutnya, penertiban bangunan liar akan dilakukan bersama BBWS Citarum dengan dukungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.
Ia menjelaskan, penyempitan saluran yang dipicu keberadaan bangunan liar serta endapan lumpur telah mengurangi kapasitas aliran irigasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berisiko mengganggu kebutuhan air pertanian, terutama saat curah hujan menurun.
"Normalisasi ini untuk memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi kekeringan lahan pertanian. Karena itu saya juga telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait agar berkolaborasi mendukung pelaksanaannya," ujarnya.
Pemerintah daerah telah membagi peran masing-masing perangkat daerah dalam pelaksanaan program tersebut. Dinas Sosial bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak, sedangkan Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup menangani penertiban bangunan liar.
Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menyiapkan alat berat untuk mendukung pekerjaan normalisasi. Setelah pekerjaan selesai, Dinas Pertanian akan menyalurkan bantuan benih kepada petani.
SS Balong Tua merupakan saluran irigasi yang berada di bawah kewenangan BBWS Citarum. Sumber air berasal dari Bendung Srengseng Hulu BSH melalui pintu air utama di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani.
Saluran irigasi tersebut memiliki panjang sekitar 9,7 kilometer dan melintasi Kecamatan Sukatani, Tambelang, serta Sukawangi. Dari total panjang itu, sekitar 7,6 kilometer akan dinormalisasi melalui kerja sama antara BBWS Citarum dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurut Asep, keberadaan saluran tersebut sangat vital karena mengairi kawasan persawahan di Desa Sukawijaya, Sukabakti hingga Sukabudi. Wilayah itu juga masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menjadi penyangga produksi pangan di Kabupaten Bekasi.
"Aliran irigasi ini mengairi lahan persawahan di Desa Sukawijaya, Sukabakti hingga Desa Sukabudi yang masuk dalam perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sehingga keberadaannya sangat strategis untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi," katanya.
Ia menambahkan, normalisasi sepanjang 7,6 kilometer tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi petani yang selama ini mengeluhkan menurunnya kualitas layanan irigasi.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 27 Juni 2026 20:59 WIB
Jumat, 26 Juni 2026 12:14 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 14:03 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...