2 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menambah pasokan beras dari Sumatera Selatan (Sulsel) untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subekti Saputra, mengatakan sebanyak 24,1 ton beras masuk ke Bangka Belitung dalam pekan ini. Tambahan tersebut membuat total stok beras di wilayah itu meningkat menjadi 4.161,1 ton.
"Saat ini stok beras di 17 gudang distributor mencapai 4.137 ton. Dengan tambahan pasokan 24,1 ton dari Sumatera Selatan, total stok menjadi 4.161,1 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Subekti.
Cadangan tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur.
Subekti menilai ketersediaan stok yang memadai turut menjaga harga beras tetap stabil di pasaran. Hingga kini, permintaan masyarakat selama masa libur sekolah juga masih berada dalam kondisi normal sehingga belum memberikan tekanan terhadap harga.
Di sejumlah pasar tradisional maupun modern di Kota Pangkalpinang, harga beras medium merek Cap Sendok masih bertahan di kisaran Rp14.400 per kilogram. Sementara beras premium merek RM dijual sekitar Rp15.700 per kilogram dan beras SPHP Bulog tetap berada di level Rp12.600 per kilogram.
"Alhamdulillah, hingga saat ini stok dan harga beras masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, Bangka Belitung masih menghadapi tantangan berupa tingginya ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah. Produksi beras lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga pemerintah masih harus mendatangkan pasokan dari provinsi lain untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.
Subekti menyebut produksi beras petani lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 85 persen kebutuhan masyarakat. Kekurangan pasokan tersebut masih harus ditutup melalui distribusi beras dari luar daerah.
Produksi beras Bangka Belitung tercatat sekitar 38.115 ton per tahun. Kabupaten Bangka Selatan menjadi sentra produksi terbesar dengan kontribusi sekitar 26.507 ton per tahun.
Editor : Adi Permana
Selasa, 07 Juli 2026 08:45 WIB
Kamis, 02 Juli 2026 19:31 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...