Kolaborasi Lintas Sektor, Bogor Garap Kawasan Ketahanan Pangan Bomang

Pers Pangannews

Minggu, 19 Juli 2026 19:57 WIB

news
Danlanud Atang Sendjaja Marsma TNI AF Picaulima mengikuti rapat pembahasan terkait rencana pembangunan kawasan ketahanan pangan Bomang di Pendopo Kabupaten Bogor, Jumat (17/7/2026). (Foto : ANTARA.HO.Instg-LanudATS)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mematangkan rencana pengembangan kawasan ketahanan pangan Bojonggede-Kemang (Bomang) yang diproyeksikan menjadi sentra pertanian terpadu sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Pembahasan pengembangan kawasan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Bogor, Jumat (17/7/2026), yang dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, instansi terkait, hingga para pemangku kepentingan.

Program pengembangan kawasan Bomang merupakan inisiatif Bupati Bogor Rudy Susmanto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor.

Dilansir dari Antara, Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Picaulima turut menghadiri rapat tersebut bersama Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio.

Keduanya terlibat dalam pembahasan arah pengembangan kawasan yang dirancang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Bagi Lanud Atang Sendjaja, keterlibatan dalam pengembangan kawasan Bomang merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Udara terhadap program strategis pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Dalam rapat itu, sejumlah aspek teknis turut menjadi perhatian, mulai dari kesiapan lahan, penataan kawasan, pembangunan infrastruktur pendukung, sistem irigasi, hingga akses jalan yang akan menopang aktivitas produksi pangan.

Peserta rapat juga membahas pola pengelolaan kawasan agar Bomang mampu berkembang sebagai sentra pangan yang produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, konsep pertanian modern berbasis teknologi juga masuk dalam rencana pengembangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat pemberdayaan petani lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...