Rabu, 12 Agustus 2026 21:20 WIB
Pangannews.id - Anak gajah sumatra bernama Yuna mati mendadak di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh, Selasa (11/8/2026) malam. Gajah betina berusia di bawah tiga tahun itu diduga terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), virus yang dikenal menyerang gajah dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan kondisi Yuna berubah drastis hanya dalam beberapa jam. Pada Selasa pagi hingga siang, Yuna masih terlihat aktif seperti biasa.
Perubahan kondisi baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, mahout atau pawang menemukan Yuna dalam kondisi lemas dengan mata dan wajah membengkak. Lidahnya juga terlihat pucat dan membiru.
Tim dokter hewan BKSDA Aceh bersama mahout kemudian memberikan penanganan medis darurat, termasuk cairan infus dan multivitamin. Namun, kondisi Yuna terus memburuk hingga akhirnya terjatuh lemas dan tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB.
"Secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam," kata Ujang, dilansir dari Antara, Rabu (12/8/2026).
Tim medis selanjutnya melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian. Sampel organ Yuna telah diambil dan akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematiannya. Proses pemakaman selesai sekitar pukul 00.30 WIB, Rabu.
Dugaan infeksi EEHV muncul berdasarkan hasil diagnosis awal dan gejala yang ditemukan. Virus tersebut menyerang lapisan dalam pembuluh darah atau endotelium pada gajah sehingga dapat menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam.
Kondisi itu dapat berkembang menjadi syok fatal dan menyebabkan kematian dalam waktu 24-48 jam. Tingkat kematian akibat EEHV disebut mencapai 80 persen, terutama pada gajah berusia di bawah 14 tahun.
Kematian Yuna terjadi meski kondisi kesehatannya selama ini dipantau secara rutin. Pemeriksaan terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam kondisi sehat dengan Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Nilai ideal untuk gajah jinak berada pada kisaran 5-7.
Dalam dua hari sebelum kematiannya, tidak ditemukan tanda-tanda sakit maupun penurunan kondisi fisik Yuna.
Ujang mengatakan gajah binaan BKSDA Aceh yang berada di PLG Saree, CRU Peusangan, dan CRU Trumon mendapatkan pemantauan kesehatan harian serta pemeriksaan umum secara berkala.
Setelah Yuna mati, BKSDA Aceh juga meningkatkan deteksi terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun di wilayah kerjanya. Pemeriksaan khusus dilakukan terhadap Gerry, Yuyun, dan Dilan untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus.
"Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut," ujar Ujang.
Editor : Adi Permana
Senin, 10 Agustus 2026 12:24 WIB
Rabu, 22 Juli 2026 12:12 WIB
Senin, 20 Juli 2026 19:08 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...