Tiga Anakan Buaya Sinyulong Ditemukan di Permukiman Nelayan Mempawah

Pers Pangannews

Senin, 31 Agustus 2026 12:46 WIB

news
Tiga anakan buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) ditemukan di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (Foto : dok. KKP)

Pangannews.id - Tiga anakan buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) ditemukan di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Ketiganya diketahui baru menetas dari telur yang berada di sekitar permukiman warga.

Temuan ini menjadi catatan baru mengenai keberadaan buaya sinyulong di Kalimantan Barat. Sebelumnya, sebaran satwa langka tersebut lebih banyak teridentifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Ketapang.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak, Syarief Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan keberadaan anakan yang baru menetas menunjukkan Sungai Mempawah Hulu masih memiliki kondisi yang mendukung kehidupan dan reproduksi buaya sinyulong.

“Temuan anakan yang baru menetas di wilayah Mempawah mengonfirmasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies ini,” ujar Iwan dalam siaran persnya, Senin (31/8/2026).

Tiga anakan tersebut oleh masyarakat lokal Dayak Kanayatn/Ahe disebut “Baringayong”. Masing-masing memiliki panjang sekitar 33 sentimeter.

Penemuan itu bermula dari laporan masyarakat yang mengetahui adanya telur buaya menetas di sekitar permukiman nelayan. Warga juga melaporkan adanya indikasi satwa tersebut akan diperdagangkan.

Balai PK Pontianak kemudian mengerahkan Tim Respon Cepat untuk memastikan laporan tersebut sekaligus mengumpulkan bahan dan keterangan di lapangan.

Dari evaluasi klinis awal yang dilakukan secara daring bersama dokter hewan spesialis, kondisi ketiga anakan secara umum cukup baik. Meski demikian, masih terdapat sisa kantung kuning telur (yolk sac) pada bagian ventral abdomen.

Kondisi tersebut berisiko memicu infeksi jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Untuk sementara, ketiganya menjalani pemeliharaan dan inkubasi intensif di Tempat Penampungan Sementara Balai PK Pontianak.

Perawatan dilakukan sampai kondisi fisik dan organ luar ketiga anakan tersebut pulih dan dinyatakan stabil.

Iwan mengimbau masyarakat tidak menangkap, memelihara, ataupun memperjualbelikan buaya sinyulong. Satwa tersebut berstatus Endangered dalam IUCN Red List dan tercantum dalam Appendix I CITES.

Editor : Adi Permana

 

 


Kolom Komentar

You must login to comment...