9 jam yang lalu
Pangannews.id - Krisis pasokan air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, akibat fenomena intrusi air laut yang meningkatkan kadar klorida di Sungai Mahakam.
Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda menyalurkan 98.000 liter air bersih darurat untuk memenuhi kebutuhan 2.440 jiwa yang terdampak.
Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rachmanto Wibowo mengatakan, distribusi dilakukan langsung ke kawasan permukiman yang mengalami dampak paling parah.
"Penyaluran pasokan air bersih darurat sebanyak 98.000 liter ini disalurkan langsung untuk menjangkau 2.440 jiwa penerima manfaat terdampak," kata Andri, dikutip dari Antara, Selasa (22/9/2026).
Gangguan pasokan terjadi setelah fenomena intrusi air laut memicu lonjakan kadar klorida di aliran Sungai Mahakam hingga melampaui batas ambang aman 250 ppm. Kondisi tersebut membuat 10 instalasi pengolahan air (IPA) di Samarinda harus menyesuaikan jam operasional.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BWS Kalimantan IV mengerahkan mobil tangki berkapasitas 4.000 liter ke sejumlah titik terdampak.
"Guna mengatasi keterbatasan pasokan air bersih warga, armada mobil tangki berkapasitas 4.000 liter diterjunkan secara langsung dan berkelanjutan ke titik pemukiman terparah," ujar Andri.
Distribusi air dilakukan di beberapa wilayah. Di Sambutan, sebanyak 8.000 liter air disalurkan untuk memenuhi kebutuhan 147 jiwa. Sementara di Kecamatan Palaran, sebanyak 8.000 liter air disuplai untuk 124 jiwa sejak awal September 2026.
BWS Kalimantan IV juga menyalurkan 8.000 liter air untuk 93 jiwa di Samarinda Utara dan 8.000 liter bagi 88 warga Anggana.
Penyaluran tersebut dilakukan bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur. Distribusi terbesar tercatat di kawasan Palaran dengan volume 38.000 liter untuk melayani 1.008 jiwa.
"Sinergi BPBPK Kaltim juga memasok 28.000 liter air bersih guna membantu pasokan air baku bagi 980 jiwa di Samarinda Utara," kata Andri.
Layanan air bersih darurat tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan. Warga di kawasan terdampak juga dapat mengajukan permohonan bantuan melalui layanan hotline resmi BWS Kalimantan IV melalui nomor hotline 0823-2111-4496.
Editor : Adi Permana
21 jam yang lalu
Senin, 21 September 2026 12:25 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...