Selasa, 11 April 2023 15:15 WIB
PanganNews.id, Mempawah - Serang nelayan di Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Yus Suryadi berhasil membudidayakan kepiting dengan metode kolam semen di hutan mangrove.
Hal itu dilakukan karena keresahan adanya rencana Pelabuhan Kijing akan dibangun. Kata Yus, adanya pelabuhan, otomatis akan menghambat para nelayan kesulitan mencari ikan.
Tapi keresahan itu tidak berlangsung lama. Seiring dengan pembangunan Pelabuhan Kijing yang kini bernama Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, PT Pelindo mulai meluncurkan program transformasi nelayan.
Tujuannya adalah para nelayan yang terdampak pembangunan dan operasional Terminal Kijing diberikan pelatihan dan bantuan agar bisa merintis usaha sampingan di darat.
Yus Suyardi mengakui, dirinya bersama para nelayan yang tergabung dalam Kelompok Bina Usaha Desa Mendalok, turut mendapat bantuan program transformasi nelayan PT Pelindo yang menggandeng konsultan nasional PT Pendidikan Maritim Logistik Indonesia (PMLI).
“Untuk itu, saya dan kawan-kawan memilih budidaya kepiting bakau dengan metode kolam semen,” jelas Yus Suryadi dikutip dari SUARAKALBAR.CO.ID.
Ia menuturkan, di kolam berukuran 8×6 meter itu, ratusan kepiting tengah digemukkan agar dapat dijual kembali.
“Bibit yang kami masukkan ke kolam awalnya punya berat 2 ons. Sekarang sudah lebih dari 3 ons. Tak lama lagi sudah bisa panen,” papar dia.
Berbeda dengan metode apartemen di Semudun, budidaya kepiting di kolam semen yang dipilih Yus Suryadi terletak di antara hutan mangrove, persis di belakang kediamannya.
Bibit-bibit kemudian dilepaskan di dalam kolam yang telah dipasangi banyak peralon sebagai rumah bagi ratusan kepiting.
“Yang perlu diperhatikan adalah sirkulasi air dan pemberian pakan yang tepat agar air tidak mudah keruh. Sisa-sisa pakan harus segera dibersihkan agar tidak memicu tingkat keasaman yang tinggi dalam kolam,” papar dia.
Sejauh ini, Yus Suryadi tetap merasa yakin budidaya kepiting ini dapat menjadi usaha sampingan yang bisa mendatangkan pemasukan baru untuk keluarga dia.
“Jika cuaca bagus, saya tetap melaut. Sepulangnya, bersama rekan-rekan dan keluarga mengurus kepiting ini secara bergiliran,” kata dia.
Sejak merintis budidaya kepiting di kolam semen, ia mengaku sudah satu kali panen penuh, dan selanjutnya panen bertahap tergantung permintaan pasar.
“Hasilnya lumayan, sebab harga kepiting di pasaran memang cukup tinggi,” ungkap dia.
Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien
Senin, 04 Mei 2026 11:36 WIB
Senin, 27 April 2026 11:46 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...