Senin, 01 Mei 2023 13:00 WIB
PanganNews.id, Bengkulu - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memastikan bahwa suhu panas ekstrem yang belakangan ini terjadi tidak akan mempengaruhi program replanting kelapa sawit.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, menilai program replanting kelapa sawit yang direncanakan akan berlangsung pada tahun 2023 ini dipastikan bakal segera berjalan. Sebab, kata dia, kemarau lah yang bisa menghalangi program tersebut.
"Tapi, saat ini Bengkulu tidak sedang dilanda kemarau, curah hujan normal, sehingga program replanting kelapa sawit dapat berjalan dengan lancar," kata dia dikutip dari elais.co, Senin 1 Mei 2023.
Menurut dia, kelapa sawit akan tetap bertahan di tengah suhu uang panas. Bahkan, kata dia, kelapa sawit akan tumbuh semestinya di suhu yang sampai 36 derajat Celsius di Bengkulu pada siang hari.
"Kelapa sawit memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu panas dan dapat tumbuh dengan baik meskipun suhu lingkungan yang ekstrem," jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Bengkulu akan memastikan ketersediaan air untuk mendukung program replanting kelapa sawit. Menurutnya, penyediaan air yang memadai sangat penting untuk menjaga kualitas dan pertumbuhan bibit kelapa sawit.
"Dalam program replanting kelapa sawit, bibit yang dipakai harus berkualitas agar tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kelapa sawit bisa tercapai. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," tutup dia (egi)
Senin, 11 Mei 2026 11:25 WIB
Senin, 11 Mei 2026 10:33 WIB
Sabtu, 09 Mei 2026 20:07 WIB
Sabtu, 09 Mei 2026 18:31 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...