Kisah Tempe Nusantara Sampai ke India

Jurnalis Pangannews

Sabtu, 13 Mei 2023 08:28 WIB

news
Mahasiswa YouTubers  Ricky "Pepeng" Yakob, berhasil perkenalkan tempe di India (YouTube)

PanganNews.id, Jakarta - Kisah tentang tempe Nusantara di India menunjukkan adanya pengaruh dan minat para mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di India terhadap makanan tradisional Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Ricky "Pepeng" Yakob, seorang mahasiswa dari Aligarh Muslim University, India.

Ricky, yang juga seorang YouTuber pembuat konten makanan jalanan khas India, mengaku mempelajari resep membuat tempe dari mahasiswa Indonesia sebelumnya.

Resep tersebut kemudian diwariskan secara turun-temurun kepada mahasiswa lain yang tertarik untuk membuat tempe.

Awalnya, mereka membuat tempe karena merindukan makanan tersebut.

Namun, mereka menjadi ketagihan dan mulai membuatnya sebagai variasi menu sehari-hari. 

Seiring waktu, minat terhadap tempe semakin meluas di antara mahasiswa India dan negara lain, serta diplomat Indonesia yang tertarik.

Ricky telah tinggal di India selama enam tahun dan menggunakan kedelai lokal India untuk membuat tempe.

Saat ini, harga kedelai di India lebih mahal daripada di Indonesia, yaitu sekitar Rp 17.000-18.000 per kilogram, tergantung kualitasnya.

Ragi tempe terkadang didapatkan dari Indonesia jika ada yang pulang kampung atau sanak saudara yang berkunjung.

Jika ragi tersebut sudah habis, Ricky terkadang membelinya secara online.

Proses pembuatan tempe yang dilakukan Ricky cukup sederhana. Setelah kedelai direbus dan dipisahkan dari air, ia menambahkan ragi dan mengemasnya dalam plastik klip ziplock.

Plastik berisi kedelai tersebut kemudian dilubangi di beberapa titik sebelum disimpan untuk proses fermentasi.

Dalam seminggu, Ricky bisa membuat tempe sebanyak 2-3 kali. Dalam satu kali produksi, ia dapat menghasilkan 20 tempe yang dikemas dalam plastik.

Ia menjual tempe tersebut dengan harga 50 rupee (sekitar Rp10.000) per papan untuk mahasiswa dan Rp20.000 per papan untuk diplomat.

Meskipun Ricky ingin memproduksi lebih banyak tempe, ia masih terbatas oleh waktu dan modal.

Selain membuat tempe, Ricky juga sering menerima pesanan martabak dan bakso dari mahasiswa asal Thailand.

Tempe Indonesia juga menginspirasi munculnya tempe wala di Bengaluru, negara bagian Karnataka, India Selatan.

Tempe wala dapat ditemukan di restoran Vegan Heat yang didirikan oleh Vaibhav Krishnaswamy pada tahun 2017.

Vaibhav mengembangkan tempe Indonesia pada tahun 2019 untuk menyajikan menu vegan yang unik di restorannya.

Ia mendata makanan khas dari beberapa negara yang tidak mengandung unsur hewani dan memilih tempe sebagai salah satu pilihan.

Untuk belajar membuat tempe dengan rasa yang sama seperti di Indonesia, Vaibhav dua kali berkunjung ke Jawa, Indonesia.

Ia belajar membuat tempe di bawah bimbingan Amita Buissink, pemilik Tempe Tahu Mister Bean.

Vaibhav menyebut restorannya dengan nama tempe wala, mengikuti saran dari Amita Buissink. (nicko)


Kolom Komentar

You must login to comment...