Pengrajin Keripik Semarang Dapat Pendampingan Pengembangan Usaha Mahasiswa GenBI

Jurnalis Pangannews

Selasa, 16 Mei 2023 15:00 WIB

news
Pendampingan mahasiswa GenBI dari UKSW kepada Emi Wartini. (jatengprov.go.id)

PanganNews.id, Semarang - Perasaan Emi Wartini, pembuat keripik Desa Ujung-ujung, Pabelan, campur aduk antara senang bisa memulai bisnis dan sedih harus ditinggalkan oleh kepergian mahasiswa Generasi Indonesia Baru (GenBI).

“Saya diajari oleh para siswa untuk memasarkan keripik saya secara online. Mudah-mudahan saya bisa terus berkembang,” ujar Emi melansir dari halaman jatengprov.go.id, Selasa, 16 Mei 2023.

Emi menjual berbagai keripiknya di pasar lokal. Selama dua tahun, produknya hanya dikenal di desa sekitar dan wilayah Salatiga. Kini, dia siap melayani pesanan dari pembeli di luar kota melalui platform online.

“Kemasan produknya sekarang menggunakan plastik yang lebih tebal, sehingga siap dikirim ke pembeli di luar kota,” imbuh Emi, saat menutup acara pendampingan oleh mahasiswa GenBI dari UKSW Salatiga, yang digelar di halaman SDN 1 Ujung-ujung. pada hari Jumat, 12 Mei 2023 lalu.

Sementara Lazimatul Zasiroh, Koordinator Desa Adopsi GenBI menjelaskan, mereka memilih Desa Ujung-ujung sebagai lokasi pendampingan karena aktivitas warganya yang dinamis dan komprehensif.

Selain kegiatan sosial kemasyarakatan, mahasiswa juga membantu masyarakat desa dalam mengembangkan ekonomi produktif.

“Diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.

Para mahasiswa penerima beasiswa dari Bank Indonesia ini mendorong pemanfaatan media sosial untuk memperluas pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal milik warga desa.

Kepala Desa Ujung-ujung, Samroni, mengakui manfaat keterlibatan mahasiswa dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa.

“Misalnya melalui pemasaran digital ini, pembeli bisa langsung terhubung dengan warga kami yang menjual produknya. Sebelumnya, warga desa menjual produknya ke pengepul di Salatiga. Oleh karena itu, kami berharap Desa Ujung-ujung dapat dikenal lebih luas lagi,” jelasnya.

Sebagai informasi, program pendampingan di Desa Ujung-ujung oleh mahasiswa GenBI dari UKSW telah berlangsung sejak 26 Januari lalu. Berbagai kegiatan seperti peningkatan kualitas lingkungan, pendidikan, religi, seni budaya, dan ekonomi kreatif telah dilakukan oleh  30 mahasiswa dari berbagai fakultas. (nicko)


Kolom Komentar

You must login to comment...