Ternak Kerbau Jadi Andalan Pendapatan Ekonomi Warga Lebak Banten

Jurnalis Pangannews

Senin, 24 Juli 2023 12:01 WIB

news
Ilustrasi hewan kerbau yang menjadi sumber ekonomi warga Lebak Banten. (Antara)

PanganNews.id, Lebak - Peternakan kerbau di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi andalan pendapatan ekonomi bagi para petani, yang secara tradisional mengembalakan ternaknya di tanah lapang yang banyak rerumputan.

Lahan tanah lapang yang melimpah memungkinkan para petani untuk memelihara ternak besar, seperti kerbau, dengan cukup baik. Peternak-peternak ini menyatakan bahwa penjualan kerbau telah membantu mereka membangun rumah dan mendanai pendidikan anak-anak mereka.

Salah satu peternak bernama Sapri, yang berasal dari Curugbitung, Kabupaten Lebak, memiliki sekitar 35 ekor kerbau dan mampu menjual antara lima hingga tujuh ekor setiap tahunnya. Dari penjualan ini, ia bisa menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp150 juta per tahun. Pendapatan ini dianggap cukup membantu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya..

Hal serupa dialami oleh Sara, seorang peternak kerbau di wilayah Sajira, Kabupaten Lebak. Dirinya memiliki 35 ekor kerbau dan dapat menjual sekitar enam ekor setiap tahunnya, menghasilkan pendapatan sekitar Rp130 juta.

Wilayahnya yang memiliki perkebunan kelapa sawit memberikan akses kepada kerbaunya untuk mencari pakan alami dari rerumputan hijau di lahan tersebut.

Meskipun peternakan kerbau di daerah ini cukup berkembang, jumlah populasi kerbau cenderung menurun dari sebelumnya 19 ribu ekor menjadi sekitar 14 ribu ekor.

Selain itu menurut Sara, penyebabnya adalah banyaknya hewan ternak yang dipotong dan dipasok ke luar daerah seperti Tangerang, Jakarta, dan Bogor.

Untuk mengatasi penurunan jumlah populasi, pemerintah daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas Peternakan terus mengembangkan rekayasa teknologi inseminasi buatan (IB).

Mereka juga berencana untuk meningkatkan teknik budidaya kerbau agar jumlah ternak kerbau dapat meningkat dari keturunan anak, yang akan berdampak positif pada kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...