Jumat, 25 Agustus 2023 11:03 WIB
PanganNews.id, Surakarta - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggencarkan Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi Untuk Siswa (GENIUS) untuk edukasi pemenuhan pangan bergizi bagi generasi muda dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif.
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi NFA Nyoto Suwignyo mengatakan Gerakan ini merupakan langkah konkret NFA untuk mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.
“NFA melakukan upaya intervensi pangan dan gizi untuk mempersiapkan generasi sehat dan berkualitas melalui GENIUS yang dilaksanakan dengan pendekatan edukasi serta pemberian kudapan pangan bergizi sumber protein hewani berupa telur, susu, ayam maupun ikan," kata Nyoto, Jumat 25 Agustus 2023.
Edukasi itu, dilakukan NFA terhadap para siswa umur Sekolah Dasar (SD) yang pada tahun 2045 akan memasuki usia produktif.
"Kita teruskan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting dan semakin dioptimalkan hingga 8.000 HPK untuk generasi unggul Generasi Emas 2045.” ujar Nyoto.
Nyoto menyebutkan saat ini GENIUS tengah menyasar 25ribu siswa umur sekolah di sejumlah SD di 10 Provinsi dengan persentase Prevalence of Undernourished (PoU) yang masih berada di bawah target nasional.
Kesepuluh provinsi tersebut yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Ia mencatat, bahwa berdasarkan angka PoU tahun 2022, sebanyak 28,1 juta jiwa (10,21%) penduduk Indonesia masih mengonsumsi energi (kalori) kurang dari standar minimum yang dipersyaratkan.
"Dengan GENIUS ini, kita harapkan prevalensi tersebut bisa terus menurun dan mencapai target yang ditetapkan dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024 yaitu sebesar 5%, serta target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 yakni sebesar 0% pada tahun 2030." ujarnya.
Ia berharap, dengan berbagai inisiatif dan program edukatif, mampu memberikan peran yang signifikan untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.
"Tujuan jangka panjangnya tentu dapat mengurangi angka kerawanan pangan dan gizi yang masih menjadi masalah di beberapa wilayah.” tutup Nyoto.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien
Jumat, 13 Maret 2026 15:18 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 12:00 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...