Prabowo: Gejolak Global Dorong Percepatan Kemandirian Energi dan Pangan

Pers Pangannews

23 jam yang lalu

news
Presiden Prabowo Subianto. (Foto : Kantor Staf Presiden)

Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto menilai dinamika geopolitik dunia yang memicu ketidakpastian ekonomi justru menjadi pendorong bagi Indonesia untuk mempercepat upaya mewujudkan kemandirian pangan dan energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia menilai tekanan global membuat pemerintah harus bergerak lebih cepat dalam menjalankan berbagai program strategis yang sebelumnya telah dirancang.

Menurut Prabowo, pemerintah sejak lama menyadari pentingnya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi dari luar negeri. Situasi global saat ini, kata dia, menjadi momentum untuk mempercepat realisasi agenda tersebut.

Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki beragam sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian energi. Salah satunya melalui pengembangan bahan bakar nabati yang berasal dari komoditas pertanian seperti kelapa sawit, tebu, singkong, maupun jagung.

Selain bioenergi, potensi energi terbarukan lain seperti panas bumi dan tenaga air juga dinilai sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber listrik di masa depan.

Dalam upaya mempercepat pengembangan energi bersih, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 100 ribu hektare yang sebagian potensinya telah dipetakan.

Di sisi lain, sektor energi nasional juga diproyeksikan mendapat tambahan pasokan dari temuan ladang gas baru di kawasan Andaman, lepas pantai utara Aceh. Lapangan gas tersebut direncanakan akan digarap oleh perusahaan energi Mubadala.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan proyek gas besar lainnya, termasuk Lapangan Masela yang diperkirakan memiliki cadangan gas dalam jumlah signifikan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...