Jumat, 13 Maret 2026 10:59 WIB
Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan mempercepat transformasi sektor energi nasional dengan memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Salah satu program yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dalam skala besar. Prabowo menyebut pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) dalam waktu relatif singkat.
“Energi terbarukan dari tenaga surya, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya,” ujar Prabowo saat menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Selain tenaga surya, pemerintah juga mendorong pengembangan energi panas bumi (geotermal) yang dinilai memiliki potensi besar di Indonesia. Prabowo mengatakan cadangan panas bumi Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dibanding banyak negara lain karena didukung sumber daya alam yang melimpah. Berbagai komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu dinilai dapat dikembangkan menjadi sumber bahan bakar alternatif.
“Kita punya banyak alternatif. Kita punya kelapa sawit yang sangat besar, singkong yang cukup, jagung, tebu, dan potensi geotermal yang sangat besar,” kata Prabowo.
Ia menilai percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi langkah penting agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global di sektor energi. Selain memperkuat ketahanan energi, langkah tersebut juga diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi salah satu pemain penting dalam peta energi masa depan dunia.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 14 Maret 2026 11:13 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 11:21 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 10:39 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...