Selasa, 19 September 2023 11:05 WIB
PanganNews.id, Jombang - Kerupuk Uyel, makanan ringan yang kerap menjadi favorit masyarakat, terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang ketat.
Salah satu produsennya, Sunaryo (67 tahun), warga Dusun Mireng, Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Jombang, telah berhasil mempertahankan bisnisnya sejak tahun 1992.
"Saya awal memulai usaha 1992. Alhamdulillah sampai sekarang tetap berjalan meskipun dulu sempat tutup dan mengalami kerugian," ujarnya Selasa 19 September 2023, dengan semangat.
Pada awalnya, Sunaryo hanya memproduksi kerupuk uyel dalam jumlah kecil dengan proses produksi yang manual.
Belum ada mesin seperti sekarang. Camilan ini dibuat dari tepung tapioka, garam, bawang, dan tambahan bumbu penyedap rasa yang mudah ditemukan di pasaran.
Proses pembuatan kerupuk uyel dimulai dari mencampurkan bahan-bahan, kemudian mencetaknya dalam cetakan kerupuk dan menjemurnya di bawah sinar matahari.
"Saat musim kemarau, proses ini lebih cepat karena penjemuran kerupuk menjadi lebih efisien," jelasnya.
Namun, Sunaryo mengungkapkan bahwa permintaan kerupuk uyel justru cenderung turun saat cuaca panas. Ini disebabkan oleh fakta bahwa pada musim panas, jumlah orang yang ngemil berkurang.
"Namun, saat musim hujan, minat masyarakat terhadap camilan ini meningkat," ungkapnya.
Untuk menjaga agar produknya laris di pasaran, Sunaryo memastikan bahwa kualitas bahan-bahan penyedap, seperti bawang, selalu terjaga.
"Selain itu, proses penjemuran harus maksimal, karena penjemuran yang kurang optimal dapat mempengaruhi hasil akhir kerupuk uyel saat digoreng," tuntas dia.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
Rabu, 27 Mei 2026 13:01 WIB
Selasa, 26 Mei 2026 13:57 WIB
Senin, 25 Mei 2026 21:27 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...