PanganNews.id, Papua - Fidayat Rahman, seorang petani sayuran di Kampung Isano Mbias, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menciptakan alat penyiram tanaman yang unik menggunakan inspirasi dari YouTube.
"Ya, sempat lihat di YouTube untuk perakitannya, cara pembuatannya gimana, alatnya beli di mana. Kita lihat di YouTube," ujar Fidayat, Senin 4 Maret 2024.
Dikatakan canggih karena alat tersebut menggunakan mesin pemotong rumput yang dimodifikasi menjadi alat penyemprot tanaman.
Fidayat membeli mesin pemotong rumput seharga Rp 1,2 juta di Merauke dan alat modifikasi seharga Rp 400 ribu di e-commerce.
"Fidayat juga memasang pipa yang telah dilubangi menggunakan bor agar air yang dihisap oleh mesin dapat disemprotkan ke tanaman cabai miliknya," terangnya.
Untuk menyemprot lahan seluas 5.000 meter persegi, Fidayat membutuhkan BBM jenis Pertalite sebanyak 1 hingga 1,5 liter.
Dibandingkan dengan cara manual menggunakan ember, penyemprotan menggunakan mesin tersebut lebih hemat waktu.
"Kalau untuk sisi waktu, seperti kita nyiram manual ya, mas. Untuk lahan seluas 5.000 meter ini memerlukan 5 sampai 6 jam. Tetapi, alhamdulillah ada mesin ini, itu mungkin kita 2 jam saja cukup," kata Fidayat.
Fidayat Rahman merupakan ketua kelompok tani Barokah Sayur di Kampung Isano Mbias. Kelompok ini terdiri dari 10 anggota petani.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.