Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

TPID Kota Bandung Waspadai Fluktuasi Harga Pangan Terdampak Pilkada Serentak

Bagikan
Ilustrasi cabai, salah satu komoditi yang rawan kena fluktuasi harga terdampak Pilkada serentak. (ist)
Ilustrasi cabai, salah satu komoditi yang rawan kena fluktuasi harga terdampak Pilkada serentak. (ist)

PanganNews.id, Bandung - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung mewaspadai inflasi yang disebabkan fluktuasi harga pangan. Salah satunya potensi terdampak pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024.

Lewat Focus Group Discussion (FGD), TPID merencanakan strategi pengendalian inflasi dan menahan tantangan dampak gangguan ekonomi makro dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Kota Bandung.

Terutama menjelang menjelang Pilkada Serentak.

Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dharmawan mengatakan, pengendalian inflasi Kota Bandung sampai saat ini sudah sesuai.

Namun masih terdapat faktor-faktor lain yang perlu menjadi perhatian.

Seperti fluktuasi harga pangan, situasi politik jelang pilkada serentak, biaya transportasi dan komoditas lainnya, yang berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Kota Bandung.

“Perlu langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk menstabilkan harga dan memastikan akses ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat,” kata dia.

Dharmawan meminta TPID agar mengimplementasikan berbagai kebijakan dan strategi program. 

Di antaranya, penguatan sistem pertanian lokal (buruan sae), pengembangan infrastruktur pasar (renovasi pasar modern), pengamanan jaringan sosial dan kebijakan publik yang komprehensif.

Serta kemitraan dengan berbagai pihak terutama kerja sama antar daerah agar lebih konkrit sesuai komoditas yang selalu menjadi andil inflasi

Selain itu, TPID juga secara berkala mengumpulkan data dan evaluasi harga serta stok komoditas dalam Bandung Comodity Dashboard.

“Lakukan pemutakhiran secara berkala. Serta koordinasi dan sinergisitas antar OPD perlu terus ditingkatkan dalam merealisasikan program atau kegiatan yang telah direncanakan dalam roadmap pengendalian inflasi,” ujar dia.

Dharmawan berharap melalui diskusi dan kolaborasi yang terjalin dapat menemukan strategi-strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi makro.

Ia berharap hasil dari FGD ini dapat menjadi pijakan yang kokoh dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Kota Bandung.

"Dengan komitmen bersama, kita dapat melakukan segala tantangan dan memastikan daya beli masyarakat Kota Bandung tetap terjaga,” tutup dia.

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal