Rabu, 11 September 2024 12:04 WIB
Pangannews.id - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 28 Agustus 2024 menawarkan terobosan signifikan dalam deteksi gempa bumi besar. Penelitian ini mengungkapkan metode yang memungkinkan deteksi atau peringatan tentang kemungkinan terjadinya gempa besar berhari-hari hingga sebulan sebelum bencana tersebut terjadi.
Studi ini dipimpin oleh Tarsilo Girona, seorang ahli geofisika dan ilmuwan data dari Institut Geofisika UAF, dan dilakukan bersama Kyriaki Drymoni, seorang ahli geologi dari Ludwig-Maximilians-Universität di Munich, Jerman.
Penelitian ini meneliti cara untuk mengidentifikasi prekusor gempa besar dengan menggunakan teknik machine learning dan analisis data seismik.
Girona dan Drymoni mengembangkan metode yang menganalisis guncangan tektonik tingkat rendah yang terjadi sebelum gempa besar. Dengan menggunakan algoritma komputer canggih, mereka dapat mengidentifikasi aktivitas seismik abnormal yang mungkin menunjukkan tanda-tanda gempa bumi besar yang akan datang.
Metode ini didasarkan pada analisis data dari katalog gempa, yang memberikan wawasan baru tentang pola-pola seismik yang mungkin menjadi indikasi gempa.
"Makalah kami menunjukkan bahwa teknik machine learning memiliki potensi besar untuk mengidentifikasi prekusor gempa bumi berkekuatan besar dengan menganalisis data aktivitas seismik," ujar Girona, seperti dikutip oleh Physorg pada Senin (9/9/2024).
Studi Kasus dan Temuan Kunci
Dalam penelitian ini, tim peneliti fokus pada dua gempa besar: gempa Anchorage berkekuatan 7,1 skala Richter pada tahun 2018 dan rangkaian gempa Ridgecrest di California berkekuatan 6,4 hingga 7,1 skala Richter pada tahun 2019.
Mereka menemukan bahwa sekitar tiga bulan sebelum kedua gempa tersebut, terdapat aktivitas seismik berkekuatan rendah yang tidak normal di sekitar 15 hingga 25 persen wilayah Alaska Tengah Selatan dan California Selatan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa probabilitas terjadinya gempa besar meningkat tajam hingga 80 persen sekitar tiga bulan sebelum gempa Anchorage, dan bahkan mencapai 85 persen hanya beberapa hari sebelum kejadian. Temuan serupa juga ditemukan untuk rangkaian gempa Ridgecrest yang dimulai sekitar 40 hari sebelum gempa besar.
Penyebab Aktivitas Geologis
Para peneliti mengidentifikasi peningkatan tekanan fluida pori dalam patahan sebagai penyebab utama aktivitas seismik berskala rendah. Tekanan fluida pori yang tinggi dapat menyebabkan pergeseran sesar jika cukup untuk mengatasi hambatan gesekan antara blok-blok batuan di kedua sisi sesar.
"Peningkatan tekanan fluida pori pada sesar yang menyebabkan gempa bumi besar mengubah sifat mekanik sesar, yang pada gilirannya menyebabkan variasi yang tidak merata pada bidang tegangan regional," kata Drymoni.
Potensi dan Tantangan Metode Prediksi
Girona menekankan bahwa kemajuan dalam machine learning dapat memberikan dampak besar dalam penelitian gempa bumi.
"Jaringan seismik modern menghasilkan kumpulan data yang sangat besar yang, jika dianalisis dengan benar, dapat memberikan wawasan berharga tentang prekursor peristiwa seismik," tambahnya.
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa algoritma ini perlu diuji lebih lanjut dalam situasi yang hampir seketika untuk mengatasi tantangan potensial dalam peramalan gempa bumi.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa prediksi gempa bumi yang akurat masih merupakan tantangan besar.
"Ilmu dan teknologi seismologi saat ini belum dapat mendukung prediksi gempa bumi yang tepat," jelasnya.
Walaupun penelitian ini memberikan harapan baru dalam deteksi gempa, masih ada banyak ketidakpastian terkait prakiraan gempa bumi yang akurat. Prakiraan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi kerugian ekonomi dengan memberikan peringatan dini.
Namun, ketidakpastian dalam prediksi juga dapat menyebabkan kepanikan, gangguan ekonomi, dan hilangnya kepercayaan publik. Penelitian ini, dengan kemajuan dalam machine learning dan analisis data, membuka jalan untuk potensi perbaikan dalam deteksi gempa bumi, meskipun prediksi yang sepenuhnya akurat masih menjadi tantangan yang harus diatasi.
Selasa, 12 Mei 2026 11:30 WIB
Senin, 04 Mei 2026 19:57 WIB
Senin, 04 Mei 2026 10:44 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 20:42 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...