Senin, 11 November 2024 15:40 WIB
Pangannews.id - Petir adalah fenomena alam yang sering terjadi, terutama selama musim penghujan. Kilatan cahaya putih yang terang, diikuti dengan suara gemuruh yang keras, atau yang dikenal dengan sebutan guntur, merupakan tanda-tanda khas dari sambaran petir.
Meski merupakan fenomena alam yang biasa terjadi, petir dapat menimbulkan bahaya besar, terutama bagi mereka yang tidak tahu cara melindungi diri.
Petir merupakan aliran listrik yang sangat kuat dan panas. Saat menyambar, petir dapat memanaskan udara hingga mencapai suhu 50.000 derajat Fahrenheit (sekitar 27.700°C), yang jauh lebih panas dari suhu permukaan Matahari.
Efek panas dan kekuatan listrik ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada tubuh manusia. Beberapa dampak yang bisa terjadi akibat tersambar petir antara lain luka bakar, perforasi gendang telinga, kerusakan mata, henti jantung, bahkan henti napas.
Berdasarkan penelitian dari National Weather Service di AS, meskipun penyebab pasti mengapa seseorang tersambar petir seringkali tidak jelas, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang menjadi korban sambaran petir. Biasanya, orang yang tersambar petir berada dalam posisi yang menonjol atau lebih tinggi daripada objek di sekitarnya, sehingga lebih mudah dijangkau oleh petir.
Jenis-Jenis Sambaran Petir
Ada beberapa jenis sambaran petir yang berpotensi membahayakan. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masing jenis:
1. Kilatan Samping
Kilatan samping terjadi ketika petir menyambar objek yang lebih tinggi di dekat korban, dan sebagian dari arus listriknya melompat ke korban. Biasanya ini terjadi saat seseorang berlindung di bawah pohon.
2. Kilatan 'Streamer'
Petir jenis ini terjadi ketika seseorang menjadi jembatan konduktif antara arus petir dan tanah. Untuk menghindarinya, disarankan untuk berlindung di dalam ruangan dan menghindari benda-benda logam, kabel listrik, atau saluran air.
3. Sambaran Langsung
Sambaran langsung terjadi ketika petir menyambar langsung ke tubuh seseorang yang berada di area terbuka. Meskipun tidak sering terjadi, sambaran langsung adalah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan fisik yang fatal.
4. Arus Tanah
Setelah petir menyambar tanah atau objek lain, sebagian besar energi mengalir ke dalam tanah. Seseorang yang berada di dekat lokasi sambaran petir bisa tersambar akibat arus tanah yang mengalir ke permukaan. Arus tanah ini bisa menjangkau area yang lebih luas dan berisiko menyebabkan korban jiwa.
5. Konduksi
Petir juga dapat merambat melalui kabel panjang atau permukaan logam. Meskipun logam tidak menarik petir, ia menyediakan jalur konduktif bagi arus listrik. Kebanyakan korban petir yang berada di dalam ruangan disebabkan oleh sambaran jenis ini.
Tips Mencegah Sambaran Petir
Meski tidak dapat sepenuhnya menghindari petir, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko tersambar. Berikut beberapa tips pencegahan saat menghadapi badai petir:
Saat di Luar Ruangan:
1. Jangan berlindung di bawah pohon atau objek tinggi lainnya, karena bisa menjadi sasaran petir.
2. Hindari berlindung di bawah bangunan berbahan logam atau pesawat terbang.
3. Jika mendengar petir, segera cari tempat berlindung yang aman.
4. Jika tidak ada tempat berlindung, cobalah jongkok dengan merapatkan kedua kaki dan tidak berdiri bergerombol dengan orang lain.
Saat di Dalam Ruangan:
1. Matikan perangkat elektronik dan cabut kabel dari stopkontak untuk menghindari sambaran melalui saluran listrik.
2. Hindari menggunakan telepon, smartphone, atau perangkat yang terhubung dengan kabel.
3. Jangan berdiri dekat saluran air atau pipa logam karena dapat mengalirkan petir.
4. Gunakan sandal karet untuk mengisolasi tubuh dari arus listrik yang mungkin masuk ke dalam ruangan.
Editor : Adi Permana
Senin, 11 Mei 2026 20:36 WIB
Senin, 11 Mei 2026 20:19 WIB
Jumat, 08 Mei 2026 10:51 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...