Musim Hujan Picu Lonjakan Risiko Penyakit dari Tikus

Pers Pangannews

7 jam yang lalu

news
Musim hujan picu lonjakan risiko penyakit dari tikus. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Risiko penularan penyakit dari tikus meningkat saat musim hujan dan banjir. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengingatkan pentingnya pengendalian hama tikus sebagai langkah utama mencegah penularan, termasuk virus hanta.

“Pengendalian tikus menjadi strategi utama. Tutup akses tikus ke rumah atau gudang, simpan makanan dalam wadah tertutup, dan bersihkan lingkungan yang lembap,” kata Dicky, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, kondisi banjir membuat manusia lebih rentan terpapar kotoran dan urin tikus yang membawa berbagai penyakit. Selain hantavirus, risiko leptospirosis juga meningkat pada situasi tersebut.

Meski sama-sama bersumber dari tikus, kedua penyakit itu memiliki dampak berbeda. Hantavirus menyerang paru-paru dan dapat berkembang cepat hingga berakibat fatal, sementara leptospirosis lebih banyak menyerang ginjal dan hati.

Menurut Dicky, pencegahan tidak hanya berhenti pada pengendalian tikus, tetapi juga perlindungan diri saat beraktivitas di lingkungan terdampak banjir.

Ia menyarankan penggunaan sepatu bot saat melewati genangan air, menghindari kontak langsung dengan air kotor, terutama jika terdapat luka, serta menjaga kebersihan tangan.

“Kalau membersihkan gudang atau ruang tertutup, gunakan masker dan cuci tangan secara rutin,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahaya debu di area kering yang terkontaminasi kotoran tikus. Partikel halus bisa terhirup dan menjadi media penularan.

Untuk itu, pembersihan sebaiknya diawali dengan penyemprotan disinfektan guna meminimalkan risiko aerosol, sebelum proses penyapuan dilakukan.

Meski kasus hantavirus tergolong jarang, Dicky menegaskan potensi penularan tetap ada, terutama saat kondisi lingkungan memburuk akibat hujan dan banjir.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...