Senin, 02 Desember 2024 11:12 WIB
Pangannews.id - Kawasan tambak Budi Daya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang, Jawa Barat, dinilai berperan penting sebagai salah satu penyedia protein ikan di Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Modeling kawasan tambak Budi Daya Ikan Nila Salin Karawang menjadi salah satu penyuplai protein ikan serta dapat memberikan lapangan kerja bagi para masyarakat sekitar," ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam kunjungannya ke Karawang pada Senin (2/12/2024).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya KKP mendukung ketahanan pangan nasional melalui program prioritas berbasis ekonomi biru, yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan ekologi.
Program ini juga sejalan dengan tujuan Pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, khususnya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan penyediaan Makanan Bergizi Gratis, yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan adanya Modeling kawasan tambak BINS Karawang, KKP berharap dapat meningkatkan produktivitas perikanan, yang diharapkan mendukung tercapainya Asta Cita Presiden terkait Swasembada Pangan.
Tambak BINS ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan perekonomian lokal, serta memberikan kesempatan kerja bagi penduduk sekitar.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung perkembangan proyek BINS Karawang.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo menilai pentingnya revitalisasi lahan tambak idle yang kini telah digunakan untuk program budi daya ikan nila salin, serta fasilitas penunjangnya.
Selain itu, Presiden juga meninjau proses budi daya ikan nila salin mulai dari pemijahan, pendederan, pembesaran, hingga panen. Sebagai bagian dari pelaksanaan program ini, Presiden Prabowo dan Menteri Trenggono turut menebar benih ikan nila salin pada siklus kedua, yang telah dilakukan secara bertahap sejak bulan September 2024.
Penebaran benih ikan pada siklus pertama sudah berhasil dipanen pada bulan Mei lalu, dan turut dihadiri oleh Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor perikanan dan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan bergizi di Indonesia.
Editor : Adi Permana
Jumat, 08 Mei 2026 08:46 WIB
Senin, 04 Mei 2026 11:36 WIB
Senin, 27 April 2026 11:46 WIB
Senin, 20 April 2026 14:18 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...