Harga Ayam Potong di Palembang Anjlok Rp18 Ribu per Kilogram, Masyarakat Serbu Pasar Tradisional

Pers Pangannews

Selasa, 22 April 2025 12:47 WIB

news
Pedagang ayam potong. (Foto: Pixabay)

Pangannews.id - Harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dari harga normal yang biasa berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, kini ayam potong hanya dijual dengan harga Rp18.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Penurunan harga ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama ibu rumah tangga, yang memanfaatkan momentum untuk membeli ayam dalam jumlah besar.

Idris (31), seorang pedagang ayam di Pasar 7 Ulu Palembang, menyebutkan bahwa hari ini ia menjual ayam dengan harga Rp25.000 per kilogram, naik tipis dari harga kemarin yang berada di angka Rp24.000.

"Banyak ibu rumah tangga membeli ayam, karena harga ayam yang lagi turun saat ini. Ada yang beli sampai 10 kilogram," ungkap Idris, Selasa (22/4/2025).

Fenomena serupa juga dirasakan Ferdy (29), pedagang ayam di Pasar Jakabaring Palembang. Ia mengaku bersyukur dengan meningkatnya permintaan akibat harga yang lebih murah, yang membuat stok dagangannya cepat habis.

"Biasanya ayam habis siang, tapi sekarang sekitar jam 10:00 sudah ludes. Alhamdulillah," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan permintaan biasanya terjadi pada akhir pekan, khususnya Jumat hingga Minggu. Namun kali ini, lonjakan permintaan terjadi sejak awal pekan, seiring dengan turunnya harga.

Harga ayam potong di beberapa tempat bahkan menyentuh Rp18.000 per kilogram, jauh di bawah harga normal. Kondisi ini dipicu oleh stok ayam yang melimpah di pasaran, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga pasokan ayam tetap tinggi.

Pasar Induk Jakabaring yang merupakan salah satu pasar terbesar di Palembang menjadi pusat distribusi utama berbagai kebutuhan pokok, termasuk daging ayam. Pasar ini memasok banyak pedagang di pasar-pasar tradisional lain di Palembang dan sekitarnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...