11 jam yang lalu
Pangannews.id - Pemerintah Indonesia mengawal distribusi makanan siap saji untuk jamaah haji di Arab Saudi. Tahun ini, hampir 360 ribu porsi makanan siap santap asal Indonesia dikirim ke Tanah Suci untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah selama musim Haji 1447 Hijriah.
Menu yang dikirim pun bukan makanan asing bagi lidah jamaah Indonesia. Mulai dari rendang daging, nasi opor ayam, nasi gulai ayam, semur daging, hingga nasi sapi lada hitam disiapkan agar jamaah tetap dapat menikmati cita rasa khas Nusantara saat menjalankan ibadah.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI di Riyadh Zulvri Yenni menyebut pemerintah turun langsung membantu proses ekspor agar distribusi makanan tidak tersendat di Arab Saudi.
“Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” kata Zulvri dalam keterangannya, Jumat.
Pemerintah memfasilitasi berbagai hambatan ekspor yang dihadapi eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT HATI), mulai dari percepatan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), pemangkasan waktu pengujian sampel oleh otoritas Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea cukai di Arab Saudi.
Seluruh produk makanan yang dikirim telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal serta sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Saat ini, produk-produk tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz sebelum didistribusikan kepada jamaah.
Kebutuhan makanan siap saji untuk jamaah haji Indonesia disebut terus meningkat setiap tahun. Pemerintah memperkirakan kebutuhan minimal mencapai satu juta porsi selama musim haji berlangsung.
Besarnya kebutuhan itu membuat kepastian distribusi menjadi krusial, terutama karena makanan harus memenuhi standar keamanan pangan Arab Saudi sekaligus cocok dengan selera jamaah Indonesia.
Selain untuk memenuhi kebutuhan haji, Kemendag melihat pengiriman makanan siap saji ini sebagai peluang memperluas pasar produk halal Indonesia di Arab Saudi.
“Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya,” ujar Zulvri.
Saat ini terdapat sekitar 180 jenis makanan siap saji asal Indonesia yang dapat dipilih eksportir dan importir untuk kebutuhan jamaah haji. Seluruh produk diwajibkan memiliki sertifikasi halal dan sertifikat kesehatan sebelum masuk ke pasar Arab Saudi.
Editor : Adi Permana
Selasa, 19 Mei 2026 12:56 WIB
Jumat, 15 Mei 2026 11:49 WIB
Rabu, 13 Mei 2026 15:21 WIB
Minggu, 10 Mei 2026 12:24 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...