6 jam yang lalu
Pangannews.id - Harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di sejumlah wilayah Papua dan Maluku masih berada jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Pemerintah menilai tingginya harga dipengaruhi biaya distribusi dan transportasi menuju wilayah timur Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan harga Minyakita di Pulau Jawa dan Sumatera relatif sudah sesuai HET. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di Papua dan Maluku.
“(Minyakita) yang mahal itu di Maluku dan Papua. Apa artinya? Artinya (ada pengaruh harga dari sisi) transportasi,” kata Zulhas saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, perbedaan harga antardaerah dapat dipantau melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan.
“Dilihat di SP2KP itu real time. Saudara-saudara bisa buka, ya. Jawa, Sumatera yang dekat pelabuhan memang biru, hijau, itu artinya sesuai HET. Tetapi yang mahal itu di Maluku dan Papua,” ujarnya.
Berdasarkan data SP2KP per 12 Mei 2026, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku mencapai Rp23 ribu per liter. Di Kabupaten Seram Bagian Timur tercatat Rp22.333 per liter.
Sementara di Papua, harga Minyakita mencapai Rp20 ribu per liter di Kabupaten Waropen, Rp19 ribu per liter di Kabupaten Sarmi, dan Rp18 ribu per liter di Kabupaten Jayapura.
Di sisi lain, harga Minyakita di Pasar Palmerah, Jakarta, terpantau dijual sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter.
Pemerintah berupaya menekan disparitas harga dengan mempercepat distribusi pasokan ke wilayah timur. Zulhas mengatakan pihaknya telah meminta Perum Bulog segera menyalurkan Minyakita ke Papua dan Maluku.
Selain itu, pemerintah juga akan melibatkan Kementerian Perhubungan untuk mendukung distribusi melalui subsidi transportasi.
“Saya sudah minta agar ini bisa di-handle oleh Bulog, segera menyuplai daerah-daerah termasuk Papua dan Maluku. Nanti juga dengan Kementerian Perhubungan karena memberikan subsidi transportasi agar harga bisa ditekan,” katanya.
Data SP2KP Kementerian Perdagangan menunjukkan harga rata-rata nasional Minyakita pada 12 Mei 2026 berada di angka Rp15.865 per liter atau turun 0,31 persen dibanding hari sebelumnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan stok Minyakita secara nasional dalam kondisi aman. Menurut dia, persoalan utama berada pada distribusi menuju daerah tertentu.
“Kalau daerah Papua, Maluku itu sebenarnya masalah distribusi,” ujar Budi.
Pemerintah sebelumnya menetapkan kewajiban minimal 35 persen penyaluran minyak goreng domestic market obligation (DMO) dilakukan melalui Bulog dan ID FOOD untuk memperkuat distribusi, terutama ke wilayah timur Indonesia.
Menurut Budi, realisasi distribusi melalui BUMN pangan saat ini sudah melampaui ketentuan tersebut.
“Sekarang juga sudah lebih dari 50 persen yang disalurkan oleh BUMN Pangan,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana
Minggu, 10 Mei 2026 12:24 WIB
Senin, 04 Mei 2026 12:13 WIB
Jumat, 01 Mei 2026 20:10 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...