Rabu, 09 Juli 2025 19:17 WIB
Pangannews.id - Realisasi luas tambah tanam (LTT) komoditas pangan utama di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, masih jauh dari target. Hingga akhir Juni 2025, baru sekitar 4.594 hektare atau 18,9% dari target tahunan 24.306 hektare yang berhasil ditanami padi, jagung, dan kedelai.
“Berdasarkan laporan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, hingga Juni 2025, LTT baru mencapai 18,9 persen. Ini tentu perlu percepatan,” ujar Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, dalam rapat koordinasi percepatan tanam, Rabu (9/7/2025).
Lambatnya realisasi tanam ini menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat tahun 2025 ditargetkan sebagai momentum menuju swasembada pangan di wilayah perbatasan ini.
Meski realisasi LTT masih rendah, Pemkab Bengkayang mencatat sejumlah capaian penting. Program optimalisasi lahan (Opla) tahun 2024 seluas 500 hektare telah tuntas 100%, dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 1.321 hektare.
Selain itu, kegiatan cetak sawah seluas 100 hektare serta pengembangan enam unit Brigade Pangan juga masuk dalam agenda 2025.
Brigade Pangan merupakan model baru yang akan digerakkan dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, pestisida, hingga pelatihan teknis. Pemerintah berharap unit ini bisa menjadi motor penggerak produktivitas pertanian di tingkat lokal.
“Brigade pangan harus bekerja optimal agar bisa menopang pencapaian target LTT di daerah,” tegas Sebastianus.
Untuk mencapai target ambisius ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berencana menggandeng banyak pihak, termasuk petani milenial, akademisi, penyuluh pertanian, dan sektor swasta.
Fokusnya adalah meningkatkan produktivitas lewat teknologi pertanian modern dan pendekatan berbasis edukasi.
“Semua pihak harus bergerak cepat. Baik di sawah irigasi, lahan rawa, maupun lahan kering, percepatan tanam harus segera dilakukan,” kata Bupati.
Editor : Adi Permana
Rabu, 24 Juni 2026 16:39 WIB
Rabu, 24 Juni 2026 14:03 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...