Program Swasembada Pangan Dipercepat, Banyuasin Targetkan Jadi Lumbung Nasional 2025

Pers Pangannews

Jumat, 11 Juli 2025 08:24 WIB

news
Banyuasin Genjot Optimasi Lahan Rawa. (Foto: situs resmi Kabupaten Banyuasin)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memacu program swasembada pangan nasional melalui pembentukan Brigade Pangan yang terintegrasi dengan teknologi modern dan melibatkan generasi muda. Target ambisius ditetapkan, yakni membentuk 100 Brigade Pangan sepanjang tahun 2025.

Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menghadiri rapat koordinasi percepatan program swasembada pangan bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Aula SMK-PP Negeri Sembawa.

Brigade Pangan bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan optimalisasi lahan rawa. 

Inisiatif ini juga mencakup pencetakan sawah rakyat yang mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi pertanian terkini.

Ketua Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP), Dr. Idha Widhi Arsanti, memaparkan dua tujuan utama Brigade Pangan.

”Mengelola usaha tani secara terstruktur dengan infrastruktur modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mewujudkan agribisnis pertanian modern yang melibatkan generasi muda guna mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif,” jelasnya,dikutip Jum'at, 11 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya mengandalkan alat modern, tetapi juga mengembangkan pola kemitraan dengan kelembagaan petani lokal.

”Skala pengelolaan lahan mencapai lebih kurang 200 hektar per brigade, menjadikan pengelolaan lebih terstruktur. Dengan adanya 200 hektar, maka pendapatan para petani milenial diproyeksikan mencapai 10 juta per bulan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, satu Brigade Pangan melibatkan 15 petani milenial yang mendapatkan dukungan berupa pelatihan, akses alat dan bahan seperti benih unggul, pupuk, dan pestisida serta bantuan infrastruktur tata air. Pemerintah juga memberikan subsidi alat dan bahan pertanian sebagai dukungan penuh terhadap program ini.

”Banyuasin dalam waktu dekat diharapkan menjadi penyumbang terbesar tingkat Nasional, hingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia, sehingga kita bisa ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia. Untuk itu, para petani milenial harus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya,” pungkasnya.

Wakil Bupati Banyuasin menegaskan bahwa kabupaten ini mengalami peningkatan peringkat dalam sektor pertanian.

“Banyuasin mengalami peningkatan peringkat yang pada tahun 2024 Banyuasin menduduki peringkat 4, di tahun 2025 Banyuasin menduduki peringkat 3, dan untuk tahun 2025 Pemerintah Banyuasin akan membentuk kurang lebih 100 Brigade Pangan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan perkembangan program Optimasi Lahan Rawa (OPLAH) di Banyuasin.

“Optimasi Lahan Rawa (OPLAH) Kabupaten Banyuasin tahun 2024 seluas 11.700 ha dengan jumlah 48 Brigade Pangan dan OPLAH Kabupaten Banyuasin tahun 2025 seluas 19.818 ha baru terbentuk 25 Brigade Pangan dengan luasan lahan 5.512 ha dan untuk target Brigade Pangan tahun 2025 yaitu 100 BP,” jelasnya.

Editor: Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...