Jumat, 25 Juli 2025 12:58 WIB
Pangannews.id, Brebes - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menunjukkan hasil nyata dalam mencetak petani muda sukses. Salah satunya adalah Dienda Lora Buana, Young Ambassador Agriculture Program YESS Tahun 2023 dari Kabupaten Brebes, yang berhasil mengelola pertanian bawang secara inovatif hingga menjadi inspirasi bagi pemerintah dan petani di Malaysia.
Kementan mengapresiasi kesuksesan petani muda pada sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. “Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia. Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Mentan Amran.
Sejalan dengan ini Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa dengan semangat dan kreatifitas yang dimiliki oleh generasi muda kita dan juga tentu saja, bagaimana anak-anak muda kita sangat adaptif terhadap teknologi. Kita dapat bersama-sama memajukan pertanian di Indonesia.
Dalam kunjungan kerjanya ke Indonesia (17/7), Delegasi Perak State Agriculture Development Corporation (SADC) Malaysia datang untuk mempelajari lebih dalam mengenai teknik dan praktik pertanian bawang yang telah berkembang pesat, khususnya di Kabupaten Brebes.
Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah Dienda Lora Buana, Young Ambassador Agriculture 2023. Melalui usahanya, PT Sinergi Brebes Inovatif, Dienda berhasil mengelola budidaya bawang merah secara terpadu dari hulu ke hilir dengan pendekatan ramah lingkungan. Selain memproduksi bawang merah segar, ia juga mengembangkan berbagai produk olahan bawang sebagai turunan yang bernilai tambah, menjadikannya contoh inspiratif bagi pengembangan pertanian modern.
Dienda merasa bangga dan senang mendapatkan kesempatan berbagi pengalaman dengan Delegasi Malaysia yang datang, mengenalkan komoditas bawang merah dan Brebes merupakan sentra produksi terbesar di Indonesia. Ia juga mengatakan adanya Program YESS sangat membantu. Kehadiran Program YESS membantu kami dalam proses bisnis kami terutama dalam pengembangan kapasitas SDM untuk pelatihan akses pasar ekspor, digitalisasi keuangan dan lainnya.
Ia juga menyebutkan harapan besar kepada generasi muda untuk bisa bergabung dan mengembangkan sektor pertanian. “Petani muda harus semangat dan pantang menyerah. kenali potensi bisnis yang ada disekitar kita, kemudian petakan dan cari peluang market yang sangat besar di Indonesia”, ujarnya.
Selama kunjungan, Pengarah Pertanian Negeri Perak Ts. Norsiyenti Binti Othman, dan para delegasi berdiskusi langsung dengan Dienda serta melihat secara langsung semua proses produksi bawang merah di Brebes.
“Petani di Brebes memiliki dedikasi yang luar biasa dalam mengelola pertanian bawang. Kementerian Pertanian dan dinas terkait di Indonesia sangat aktif dalam mendukung pengembangan pertanian di sini. Ini menjadi contoh yang sangat baik bagi kita di Malaysia untuk diterapkan,” ujar Ts. Norsiyenti.
Pertukaran ilmu dan pengalaman ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat kerja sama regional disektor pertanian.
6 jam yang lalu
Senin, 09 Februari 2026 18:28 WIB
Senin, 09 Februari 2026 16:45 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...