Kelebihan Pasokan Global Tekan Harga Biji Kakao hingga 14,5 Persen

Pers Pangannews

Senin, 03 November 2025 13:22 WIB

news
Kemendag mencatat harga referensi (HR) biji kakao mengalami penurunan tajam pada November 2025. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga referensi (HR) biji kakao mengalami penurunan tajam pada November 2025, seiring meningkatnya pasokan global dari negara-negara produsen utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan harga referensi biji kakao bulan ini ditetapkan sebesar 6.374,80 dolar AS per metrik ton, atau turun 1.084,03 dolar AS dibandingkan Oktober 2025.

“Koreksi harga ini dipicu oleh bertambahnya suplai dari negara penghasil utama, terutama Pantai Gading, setelah kondisi cuaca di wilayah tersebut membaik,” ujar Tommy, Senin (3/11/2025).

Sejalan dengan turunnya harga referensi, harga patokan ekspor (HPE) biji kakao juga mengalami penurunan sebesar 1.057 dolar AS, menjadi 5.990 dolar AS per metrik ton. Persentase penurunan mencapai sekitar 15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk periode ekspor 1–30 November 2025, biji kakao dikenakan bea keluar sebesar 7,5 persen, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 juncto PMK Nomor 68 Tahun 2025.

Selain itu, pungutan ekspor komoditas kakao pada periode yang sama juga tetap sebesar 7,5 persen, mengacu pada PMK Nomor 69 Tahun 2025.

Tommy menambahkan, tidak ada perubahan harga pada komoditas ekspor lain yang masuk dalam kelompok hasil hutan, seperti kulit, kayu, dan getah pinus. Harga patokan ekspor (HPE) untuk ketiga komoditas tersebut masih sama seperti bulan sebelumnya.

Semua ketetapan mengenai harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) untuk biji kakao dan produk kehutanan tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2139 Tahun 2025 tentang penetapan harga patokan ekspor serta harga referensi produk pertanian dan kehutanan.

“Kami terus memantau dinamika pasar global agar kebijakan ekspor tetap adaptif dan mampu menjaga daya saing komoditas nasional,” tutur Tommy.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...