Rabu, 10 Desember 2025 12:14 WIB
Pangannews.id - Kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan aluminium sebagai pembungkus makanan maupun peralatan masak dinilai berlebihan. Sejumlah pakar medis menegaskan, aluminium bukan faktor pemicu kanker dan masih aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dikutip laman Hindustan Times, Ahli onkologi sekaligus dokter bedah kanker di Raipur, India, Dr. Jayesh Sharma, mengatakan aluminium tidak termasuk logam berat dan tidak bersifat karsinogen.
Menurut Jayesh, aluminium merupakan salah satu logam paling melimpah di bumi dengan karakteristik ringan dan stabil. Ia menegaskan bahwa risiko kanker tidak berkaitan dengan penggunaan aluminium, terutama yang digunakan pada peralatan dapur dan kemasan makanan.
“Aluminium bukan logam berat. Logam berat yang berbahaya antara lain timbal, merkuri, kadmium, arsenik, kromium, hingga nikel. Aluminium tidak termasuk di dalamnya,” ujar Jayesh.
Ia menjelaskan, aluminium umumnya tidak mudah bereaksi dengan makanan. Hanya dalam jumlah sangat kecil logam tersebut yang dapat berpindah ke makanan, dan sebagian besar tidak diserap oleh tubuh.
Kalaupun ada aluminium yang masuk ke dalam tubuh, Jayesh memastikan zat tersebut akan dikeluarkan melalui ginjal. Berbeda dengan logam berat, aluminium tidak menumpuk atau terakumulasi dalam jaringan tubuh.
“Aluminium memang bisa bersifat toksik dalam kondisi tertentu, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan aluminum menyebabkan kanker. Aluminium juga tidak terdaftar sebagai karsinogen,” katanya.
Jayesh menambahkan, asupan aluminium rata-rata manusia berkisar 60 hingga 80 miligram per hari, angka yang masih jauh dari batas berbahaya. Bahkan, untuk mencapai jumlah tersebut hanya dari pola makan harian tergolong sulit.
Meski demikian, ia menyarankan beberapa langkah pencegahan bagi masyarakat yang ingin meminimalkan paparan aluminium.
Di antaranya, tidak memasak makanan bersuhu sangat tinggi menggunakan wadah aluminium serta menghindari memasak atau menyimpan makanan yang bersifat sangat asam dalam wadah aluminium untuk waktu lama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih fokus pada kualitas makanan yang dikonsumsi dibandingkan jenis pembungkusnya.
“Menyalahkan aluminium sebagai penyebab kanker sama seperti perokok yang menyalahkan pembungkus rokoknya, bukan rokok itu sendiri. Jika ingin takut, takutlah pada makanan cepat saji, bukan aluminium,” tutup Jayesh.
Editor : Adi Permana
Selasa, 09 Juni 2026 13:22 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 12:17 WIB
Rabu, 27 Mei 2026 12:08 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 11:48 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...