Tak Perlu Pantang Total, Ini Batas Aman Makan Daging Kurban bagi Penderita Hipertensi

Pers Pangannews

15 jam yang lalu

news
Sate, salah satu olahan daging kurban. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Hidangan serba daging saat Idul Adha kerap membuat penderita hipertensi khawatir. Namun dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Pande Putu Agus Mahendra, mengatakan penderita tekanan darah tinggi tetap boleh menikmati olahan daging kurban selama porsinya tidak berlebihan.

Menurut Pande, daging sapi maupun kambing tetap dapat menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Yang perlu diperhatikan ialah jumlah konsumsi dan cara pengolahannya.

“Secara umum sekitar 75 hingga 100 gram per porsi masih tergolong aman untuk konsumsi protein hewani,” kata Pande, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan penderita hipertensi tidak harus sepenuhnya menghindari daging saat Idul Adha. Namun, konsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan sayuran yang kaya antioksidan seperti tomat, wortel, lobak, hingga bawang-bawangan.

Kombinasi tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan asupan makanan, terutama bagi penderita penyakit metabolik dan kolesterol tinggi.

Selain menjaga porsi makan, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih serta tidak berlebihan menyantap makanan berlemak selama perayaan Idul Adha.

Pande menyarankan masyarakat mengurangi konsumsi bagian lemak dan jeroan karena berisiko memicu peningkatan kadar kolesterol. Ia juga mengingatkan agar daging tidak diolah dengan cara dibakar langsung di atas api.

Proses pembakaran, kata dia, dapat merusak kandungan protein dalam daging dan menghasilkan senyawa yang kurang baik bagi kesehatan tubuh.

“Kalau dibakar langsung terkena api, komponen proteinnya bisa berubah dan berpotensi mengganggu kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya daging, menu bersantan yang identik dengan perayaan Idul Adha juga perlu diwaspadai. Pande menilai konsumsi makanan bersantan secara terus-menerus dapat meningkatkan asupan lemak harian, terlebih banyak produk santan instan memiliki kandungan natrium cukup tinggi.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak berulang kali memanaskan makanan bersantan karena proses tersebut dapat merusak komponen lemak nabati dalam santan.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...