Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lebih dari 800 Tahun Bertahan, Pertanian Vaulerand Tetap Beroperasi di Île-de-France

Bagikan
Lebih dari 800 tahun bertahan, pertanian Vaulerand tetap beroperasi di Île-de-France. (Foto : Sortira Paris)
Lebih dari 800 tahun bertahan, pertanian Vaulerand tetap beroperasi di Île-de-France. (Foto : Sortira Paris)

Pangannews.id - Di tengah pesatnya modernisasi kawasan Paris, sebuah pertanian tua di wilayah Île-de-France masih bertahan menjalankan aktivitasnya hingga hari ini. Pertanian Vaulerand menjadi saksi hidup perjalanan panjang sektor pertanian sejak Abad Pertengahan.

Dilansir dari laman Sortira Paris, situs ini berdiri sejak abad ke-13, ketika para biarawan Cistercian membangun jaringan lahan pertanian untuk menopang kehidupan biara. Vaulerand berada di bawah naungan Biara Royaumont yang didirikan pada 1228 oleh Raja Louis IX.

Sejak awal, kawasan ini dirancang sebagai pusat produksi pangan yang mandiri dan terorganisasi. Bagi para biarawan Cistercian, mengolah tanah bukan sekadar aktivitas ekonomi. Bertani merupakan bagian dari disiplin spiritual yang menekankan kerja keras, kesederhanaan, dan kemandirian.

Melalui sistem pertanian yang tertata, mereka mengelola ladang, peternakan, hingga penyimpanan hasil bumi secara efisien.

Salah satu bangunan paling mencolok di Vaulerand adalah gudang penyimpanan hasil panen yang dibangun pada masa medieval. Bangunan ini memiliki ukuran besar dengan konstruksi kokoh tanpa ornamen berlebihan.

Arsitektur tersebut mencerminkan filosofi Cistercian yang mengutamakan fungsi dibandingkan estetika.

Dengan panjang sekitar 72 meter dan lebar 23 meter, gudang tersebut memiliki luas hampir 1.650 meter persegi. Hingga kini, bangunan itu masih difungsikan sebagai tempat penyimpanan, sehingga kondisinya tetap terawat dengan baik.

Di sekitar gudang utama, terdapat bangunan hunian yang dahulu menjadi tempat tinggal para saudara biarawan pengelola lahan. Setelah sistem biara berakhir, bangunan tersebut ditempati oleh petani sipil. Keberadaan rumah tinggal ini menandakan bahwa Vaulerand telah menjadi kawasan permukiman pertanian yang aktif selama berabad-abad.

Selain itu, terdapat pula ruang penyimpanan bawah tanah yang digunakan untuk menjaga hasil panen, anggur, dan produk sensitif suhu. Fasilitas ini berperan penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan pada masa lalu.

Salah satu simbol penting di kawasan ini adalah bangsal merpati. Pada zamannya, bangunan tersebut hanya dimiliki oleh bangsawan atau pemilik lahan besar. Kehadirannya di Vaulerand menunjukkan posisi strategis dan kekuatan ekonomi pertanian tersebut dalam mendukung pasokan pangan regional.

Perkembangan zaman turut meninggalkan jejak di area ini. Sebuah bangunan penyulingan yang diduga dibangun pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 menjadi bukti upaya modernisasi dan diversifikasi usaha para petani. Fasilitas tersebut digunakan untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

Saat ini, Vaulerand tetap beroperasi sebagai pertanian aktif dengan fokus pada budidaya tanaman biji-bijian dalam skala besar. Peralatan tradisional telah digantikan oleh mesin modern, namun struktur dasar pengelolaan lahan masih mengikuti pola lama yang diwariskan sejak Abad Pertengahan.

Meski memiliki nilai sejarah tinggi, kawasan ini tidak dibuka untuk umum. Beberapa kunjungan terbatas pernah dilakukan pada masa lalu, namun hingga kini belum ada kepastian mengenai pembukaan kembali tur wisata.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal