Selasa, 03 Maret 2026 20:34 WIB
Pangannews.id - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa ini memperuncing hubungan ketiga negara dan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas global.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana, menilai eskalasi yang terjadi bukan sekadar respons militer jangka pendek. Ia melihat konflik Iran dan Israel berakar pada persaingan panjang yang menyentuh identitas dan keberlangsungan negara masing-masing.
Dilansir dari laman resmi UMM, Menurut Dion, dalam perspektif keamanan ontologis, kedua pihak memandang lawannya sebagai ancaman mendasar. Selama persepsi itu belum berubah, potensi benturan akan tetap terbuka.
Situasi semakin rumit setelah perundingan nuklir antara Teheran dan Washington menemui jalan buntu sejak tahun lalu. Isu yang dipersoalkan bukan hanya soal ambisi nuklir Iran, tetapi juga keseimbangan keamanan kawasan Timur Tengah serta komitmen perlindungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Di tengah memanasnya situasi, Dion mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan konflik ini akan berkembang menjadi perang dunia ketiga. Ia menilai konflik berskala global membutuhkan keterlibatan lebih luas dan konfigurasi politik yang jauh lebih kompleks.
Meski demikian, dampak ekonomi tetap menjadi perhatian. Laporan mengenai terganggunya distribusi minyak di Selat Hormuz menambah kekhawatiran. Jalur tersebut merupakan salah satu titik vital pengiriman minyak mentah dunia.
Jika gangguan berlangsung berkepanjangan, harga minyak global berpotensi melonjak. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, dinilai akan merasakan imbasnya, terutama pada sektor energi.
Kenaikan harga minyak mentah dapat mendorong penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Dampak lanjutannya bisa merembet ke ongkos logistik dan harga kebutuhan pokok.
“Efeknya berantai. Ketika energi naik, biaya produksi dan distribusi ikut terdorong,” ujar Dion.
Ia menegaskan, perkembangan konflik di Timur Tengah tidak hanya menyangkut persoalan geopolitik regional, tetapi juga membawa konsekuensi ekonomi bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Pemerintah, kata dia, perlu mencermati dinamika tersebut dan menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas domestik.
Editor : Adi Permana
Rabu, 04 Maret 2026 19:34 WIB
Selasa, 03 Maret 2026 20:04 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...