Rabu, 11 Maret 2026 11:09 WIB
Pangannews.id - Asam lambung yang naik saat puasa dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas selama bulan Ramadan. Pada kondisi yang lebih berat, keluhan ini bahkan berisiko mengganggu kelancaran ibadah puasa. Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat diatasi tanpa harus membatalkan puasa.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Akibatnya, lambung berada dalam kondisi kosong dan dapat memproduksi lebih banyak asam lambung. Kondisi ini berisiko menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, terutama pada penderita gastroesophageal reflux disease (GERD).
Ketika asam lambung naik saat puasa, keluhan yang kerap muncul antara lain mual, nyeri perut, serta rasa tidak nyaman pada perut. Jika keluhan memburuk, kondisi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan melanjutkan puasa.
Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mencegah asam lambung naik saat berpuasa, dikutip dari alodokter.com pada Senin (9/3/2026), sebagai berikut.
1. Segera berbuka saat waktunya
Gejala asam lambung dapat memburuk jika perut dibiarkan kosong terlalu lama. Oleh karena itu, makanan dan minuman sebaiknya telah disiapkan menjelang waktu berbuka.
Agar lambung lebih siap menerima makanan, berbukalah dengan makanan ringan yang mudah dicerna. Buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, buah naga, atau melon, dapat menjadi pilihan takjil untuk membantu menetralkan asam lambung.
2. Makan dalam porsi kecil tetapi sering
Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka atau sahur dapat membuat lambung terlalu penuh dan memicu naiknya asam lambung.
Sebaliknya, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sejak berbuka hingga sahur dapat membantu lambung mencerna makanan secara lebih optimal serta menjaga produksi asam lambung tetap terkontrol.
3. Menghindari makanan dan minuman pemicu
Pemicu asam lambung dapat berbeda pada setiap orang. Namun secara umum, makanan pedas, asam, dan berlemak sering memicu peningkatan produksi asam lambung, seperti gorengan, seblak, mi pedas, atau rendang.
Selain itu, konsumsi jus jeruk, minuman bersoda, serta kopi juga sebaiknya dibatasi karena dapat memicu naiknya asam lambung dan melemahkan otot katup di bagian bawah kerongkongan.
Katup tersebut dikenal sebagai sfingter esofagus, yang berfungsi menahan asam lambung dan makanan di dalam lambung agar tidak mengalir kembali ke kerongkongan.
4. Memenuhi kebutuhan air putih
Memenuhi kebutuhan cairan juga menjadi salah satu cara mencegah asam lambung naik saat puasa. Konsumsi air putih sekitar delapan gelas per hari dapat membantu menjaga produksi asam lambung tetap stabil sekaligus mencegah dehidrasi.
Kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan minum air putih saat berbuka hingga menjelang sahur.
5. Tidak langsung berbaring setelah makan
Berbaring segera setelah makan dapat memperparah gejala maag karena memudahkan asam lambung mengalir ke kerongkongan.
Oleh karena itu, disarankan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan dan waktu tidur agar asam lambung tetap stabil selama berpuasa.
Penulis: Javier
Editor: Adi Permana
Rabu, 03 Juni 2026 22:28 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...