Komisi IX DPR Minta BGN Hentikan Pola Kejar Target, Fokus pada Mutu MBG

Pers Pangannews

13 jam yang lalu

news
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),

Pangannews.id - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari kualitas makanan hingga efektivitas pengawasan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, untuk menjadikan perbaikan tata kelola sebagai prioritas utama.

Menurutnya, program strategis nasional tersebut tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat yang berhasil dicatat.

"Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk," kata Charles.

Ia menilai ukuran keberhasilan program makan gratis tidak cukup dilihat dari capaian kuantitatif. Yang lebih penting, kata dia, adalah kualitas gizi yang benar-benar diterima anak-anak, mutu makanan yang disajikan, serta sistem pengawasan yang mampu menjamin program berjalan sesuai tujuan.

Charles mengingatkan MBG dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat dan menekan berbagai persoalan kesehatan yang berakar pada kekurangan asupan nutrisi. Karena itu, fokus pemerintah seharusnya tidak hanya pada perluasan cakupan penerima manfaat.

"Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal," ujarnya.

Sorotan terhadap tata kelola MBG juga datang dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam konsolidasi nasional Program MBG di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026), Presiden menegaskan program tersebut tidak boleh menjadi ladang keuntungan bagi pihak-pihak yang memanfaatkan celah pengelolaan anggaran.

Prabowo mengingatkan para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan program sesuai tujuan dan tidak menyalahgunakan dana yang diperuntukkan bagi pemenuhan gizi anak-anak.

"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi," kata Prabowo.

Editor : Adi Permana

 


Kolom Komentar

You must login to comment...