BMKG Minta Pemudik di Jabar Antisipasi Hujan dan Banjir Rob Saat Lebaran

Pers Pangannews

Sabtu, 14 Maret 2026 10:27 WIB

news
BMKG minta pemudik di Jabar antisipasi hujan dan banjir rob saat lebaran. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa Barat masih berpotensi diguyur hujan selama periode Idulfitri 2026. Curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan intensitas yang lebih sering terjadi pada sore hingga malam hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik disarankan berangkat pada pagi hingga siang hari untuk menghindari hujan.

“Curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat berada pada kategori rendah hingga menengah pada periode Idulfitri tahun ini,” kata Teguh dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan arus mudik dan balik Lebaran 2026, Jumat (13/3/2026).

Meski demikian, beberapa wilayah diperkirakan mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Daerah tersebut antara lain sebagian wilayah Majalengka, wilayah barat daya Kabupaten Kuningan, sebagian wilayah timur dan tengah Sumedang, serta bagian tenggara Kabupaten Subang.

Selain hujan, BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di kawasan pesisir Jawa Barat. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 akibat fase bulan baru dan kembali berpotensi muncul pada 22 Maret 2026 yang dipicu fenomena perigee atau posisi bulan yang berada paling dekat dengan Bumi.

BMKG juga mencatat tinggi gelombang laut di perairan Jawa Barat selama periode Idulfitri diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, yang termasuk kategori gelombang sedang.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi bencana tanah longsor masih cukup tinggi karena musim hujan diperkirakan masih berlangsung. Kondisi ini berisiko memicu pergerakan tanah, terutama di kawasan lereng curam dan wilayah dengan batuan vulkanik yang sudah lapuk.

Kepala PVMBG Hadi Wijaya menyebutkan terdapat sejumlah daerah di Jawa Barat yang memiliki tingkat kerawanan longsor cukup tinggi, di antaranya Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Garut.

Beberapa jalur utama yang perlu diwaspadai pemudik antara lain Jalur Puncak yang kerap mengalami longsor saat hujan deras. Selain itu, Jalan Raya Cibadak–Sukabumi serta jalur Garut Selatan yang menjadi akses menuju kawasan pegunungan dan destinasi wisata alam juga berpotensi terdampak.

Jalur Lembang–Maribaya–Subang juga termasuk wilayah yang rawan longsor karena berada di kawasan tebing dan hutan.

PVMBG mengimbau pemudik lebih berhati-hati saat melintasi daerah perbukitan dan mengurangi kecepatan kendaraan. Pengendara juga diminta tidak berhenti di bawah tebing, terutama ketika hujan atau setelah hujan karena berpotensi terjadi longsor.

Masyarakat juga diminta memperhatikan tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah di lereng, jatuhan batu kecil, munculnya air keruh dari lereng, atau pohon yang mulai miring.

Selain itu, pemudik disarankan memilih jalur utama yang lebih aman dan menghindari perjalanan malam saat hujan lebat. Petugas juga mengingatkan agar pengguna jalan mengikuti arahan petugas dan mematuhi rambu jika terjadi pengalihan jalur akibat bencana.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...