Kamis, 09 April 2026 15:06 WIB
Pangannews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Sumatera Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 10 hektare lahan gambut di Kabupaten Ogan Ilir hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi awal pekan ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kebakaran terjadi di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara. Api mulai terdeteksi pada Selasa (7/4/2026) siang dan baru berhasil dipadamkan sehari kemudian.
“Api berhasil dipadamkan pada Rabu, lahan terbakar seluas 10 hektare,” ujar Abdul dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Proses pemadaman melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta unsur TNI dan Polri. Upaya penanganan dilakukan melalui penyiraman darat untuk mencegah api meluas.
Namun, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mudah. Angin kencang serta luasnya area terdampak menjadi kendala bagi petugas dalam mengendalikan kobaran api.
Kabupaten Ogan Ilir sendiri termasuk wilayah rawan karhutla di Sumatera Selatan. Berdasarkan data BPBD setempat, daerah ini masuk dalam daftar 12 kabupaten/kota dengan potensi kebakaran tinggi.
Seiring meningkatnya risiko tersebut, pemerintah daerah tengah mempersiapkan penetapan status siaga karhutla. Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, Iqbal Alisyahbana, menyebut langkah itu diperlukan untuk memperkuat respons penanganan di lapangan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengajuan dukungan 10 unit helikopter guna membantu pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
“Termasuk juga melihat efisiensi anggaran dari pemerintah. Tapi nantinya akan melihat kondisi karhutla,” kata Iqbal.
Menurutnya, keberadaan helikopter sangat penting untuk mempercepat pemantauan sekaligus pemadaman dari udara, sehingga penyebaran api dapat ditekan sejak dini.
Editor : Adi Permana
Sabtu, 28 Maret 2026 14:11 WIB
Kamis, 26 Maret 2026 10:53 WIB
Senin, 23 Maret 2026 14:12 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...