13 jam yang lalu
Pangannews.id - Warga di sejumlah wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi.
Meski kondisi di lapangan dilaporkan aman dan terkendali, masyarakat di kawasan pantai diminta menjauhi bibir laut dan mengikuti arahan petugas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan sedikitnya lima wilayah pesisir yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pemerintah daerah yang berada dalam status siaga telah diminta mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju lokasi yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
"Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang berada dalam status siaga diinstruksikan untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin.
Sementara itu, masyarakat yang berada di wilayah berstatus waspada diminta menghindari aktivitas di kawasan pantai, tepian sungai, maupun perairan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
BNPB menegaskan langkah kewaspadaan tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi menyusul potensi gelombang tsunami akibat gempa yang terjadi di sektor Mindanao, Filipina, dan dirasakan hingga wilayah Indonesia.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 itu tercatat terjadi pada pukul 07.37 WITA. Pusat gempa berada di Laut Sulawesi pada kedalaman 47 kilometer, di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
Meski sempat memicu kekhawatiran warga pesisir, BNPB memastikan hingga kini tidak ada laporan kondisi darurat yang mengganggu keamanan masyarakat. Pemantauan terus dilakukan oleh tim gabungan di daerah untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
"Saat ini situasi dan kondisi di lapangan sudah terpantau aman, tenang, dan terkendali," ujar Abdul.
BPBD bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan lembaga kemanusiaan masih melakukan pemantauan berkala di kawasan pesisir guna memastikan tidak ada ancaman yang membahayakan masyarakat.
Selain itu, BNPB meminta warga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi pemerintah dan lembaga terkait.
Abdul juga mengingatkan agar keselamatan kelompok rentan menjadi prioritas dalam setiap langkah mitigasi yang dilakukan. Lansia, penyandang disabilitas, perempuan hamil, dan anak-anak perlu mendapat perhatian khusus apabila proses evakuasi harus dilakukan.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, memberikan prioritas keselamatan bagi kelompok rentan, serta selalu mematuhi instruksi resmi dari petugas yang mengawal situasi di lapangan," katanya.
Editor : Adi Permana
Jumat, 29 Mei 2026 11:07 WIB
Sabtu, 23 Mei 2026 12:09 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 11:07 WIB
Selasa, 05 Mei 2026 10:58 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...