Kamis, 16 April 2026 11:33 WIB
Pangannews.id - Keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah saluran air di Jakarta Selatan kian meresahkan. Ikan yang dikenal sebagai spesies invasif ini dinilai tidak hanya mengganggu ekosistem, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur perairan.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) bersiap melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa, sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi.
Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan, Arief Prakoso, mengatakan penertiban dilakukan karena dampak yang ditimbulkan ikan tersebut semakin terasa.
“Operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan dilaksanakan serentak, untuk wilayah Jakarta Selatan dipusatkan di saluran Phb Setu Babakan,” kata Arief, Kamis.
Ikan sapu-sapu diketahui memiliki kemampuan bertahan hidup tinggi dan berkembang biak cepat, sehingga mudah mendominasi perairan. Kondisi ini membuat populasi ikan lokal terancam, karena telur dan sumber pakan kerap dimakan oleh spesies tersebut.
Selain itu, ikan sapu-sapu juga kerap membuat lubang di dasar saluran atau tanggul. Aktivitas ini dinilai berisiko melemahkan struktur bangunan air dan memicu kerusakan.
“Keberadaannya bisa merusak tanggul dan mengganggu keseimbangan ekosistem,” ujar Arief.
Dalam operasi yang dijadwalkan berlangsung Jumat (17/4/2026) pagi, petugas akan melakukan penangkapan hingga pemusnahan ikan hasil tangkapan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi, mulai dari dinas terkait hingga petugas lapangan di wilayah setempat.
Langkah pengendalian ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi saluran air tetap optimal, sekaligus mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan.
Editor : Adi Permana
Kamis, 16 April 2026 11:47 WIB
Rabu, 15 April 2026 11:22 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...