20 jam yang lalu
Pangannews.id - Upaya membersihkan sungai dari spesies invasif digelar serentak di lima wilayah DKI Jakarta. Dalam operasi tersebut, pemerintah daerah bersama warga berhasil mengangkat 68.880 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 6,98 ton.
Kegiatan ini dipantau langsung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat. Ia menyebut dominasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta sudah pada tahap mengkhawatirkan.
“Populasinya di beberapa lokasi sudah mencapai 80 sampai 90 persen, ini jelas mengganggu keseimbangan ekosistem,” kata Pramono.
Menurut dia, keberadaan ikan sapu-sapu berdampak luas, mulai dari merusak habitat ikan lokal hingga mengikis bantaran sungai akibat aktivitasnya di dasar perairan.
Operasi dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Kali Cideng, Kali Anak TSI, Setu Babakan, serta kawasan aliran Ciliwung. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah, aparat, hingga masyarakat setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok, merinci wilayah Jakarta Selatan menjadi lokasi dengan tangkapan terbanyak, yakni lebih dari 63 ribu ekor atau sekitar 5,3 ton.
“Total keseluruhan mencapai 68.880 ekor dengan berat hampir 7 ton,” ujarnya.
Sementara itu, penangkapan di Jakarta Timur mencapai lebih dari 4.000 ekor, disusul Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat dengan jumlah yang lebih kecil.
Seluruh ikan yang ditangkap dipastikan tidak masuk ke pasar. Pemerintah memilih memusnahkannya dengan cara dikubur agar tidak kembali mencemari perairan.
“Tidak boleh diperjualbelikan. Kami musnahkan sesuai prosedur agar tidak lepas kembali,” kata Pramono.
Pemprov DKI menyatakan operasi ini akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program pemulihan kualitas air dan ekosistem sungai. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan populasi ikan sapu-sapu sekaligus mengembalikan keseimbangan lingkungan perairan di Jakarta.
Editor : Adi Permana
Kamis, 16 April 2026 11:47 WIB
Kamis, 16 April 2026 11:33 WIB
Rabu, 15 April 2026 11:22 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...